Mahasiswa Muna Barat Desak Bupati Evaluasi Kinerja DP3A Usai Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As-Saniy, Desa Kasaka, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, menuai sorotan dari kalangan mahasiswa.
Mahasiswa menilai kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Muna Barat tidak optimal dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Rahman, mahasiswa asal Muna Barat, mengatakan DP3A dinilai gagal memberikan pendampingan maksimal kepada korban sejak kasus tersebut terungkap. Menurut dia, peran dinas terkait nyaris tidak terlihat dalam proses penanganan awal.
“Pendampingan psikologis, perlindungan anak, dan respons cepat terhadap kasus kekerasan seksual sangat minim. Ini menunjukkan kinerja DP3A tidak berjalan efektif,” kata Rahman kepada Triaspolitika.id, Selasa, 3 Februari 2025.
Ia juga menyoroti keterlibatan langsung Bupati Muna Barat yang turun ke lokasi kejadian. Menurut Rahman, langkah tersebut justru mengindikasikan adanya kelalaian dari dinas teknis yang seharusnya berada di garda terdepan dalam penanganan kasus.
“Ketika bupati harus turun langsung, itu menunjukkan DP3A tidak bekerja optimal. Seharusnya mereka hadir paling awal untuk memastikan pendampingan korban,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Rahman mendesak Bupati Muna Barat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DP3A, khususnya dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Ia juga meminta agar DP3A lebih responsif, profesional, dan proaktif ke depan.
“Perlindungan perempuan dan anak tidak boleh hanya menjadi formalitas. Harus benar-benar dirasakan masyarakat agar kasus serupa tidak kembali terulang,” kata Rahman.
- Reporter: Farid







