Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Meningkat, Bupati Koltim Minta Warga Tidak Panik

waktu baca 3 menit
Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 kelompok usia 6-11 Tahun di Aula pemda Koltim, Jumat, 21 Januari 2022. (Dhery/Triaspolitika.id)

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Bupati Kolaka Timur (Koltim), Sulwan Aboenawas, mengatakan saat ini pemerintah terus memitigasi kemungkinan penambahan kasus Covid-19, terutama setelah munculnya varian Omicron di Indonesia.

Berdasarkan perkiraan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Indonesia masih bakal menghadapi lonjakan kasus yang cukup tinggi seperti tahun sebelumnya.

”Kita sudah memasuki tahun ketiga pandemi Covid-19, dimana kondisi saat ini jumlah kasus baru kembali mulai melonjak,” ujar Bupati Sulwan saat rapat Koordinasi dan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 kelompok usia 6-11 Tahun, yang dihadiri Kapolres Kolaka, Dandim 1412/Kolaka, Ketua DPRD Koltim, serta PJ.Sekda Koltim, pada Jumat, (21/1/2022).

Kata Sulwan, virus Covid-19 varian baru yang disebut Omicron, lebih menular dari virus varian sebelumnya.

Sehingga diperkirakan pada bulan Februari dan Maret mendatang, dapat mencapai 50 hingga 70 ribu kasus per harinya. Kendati demikian, Bupati meminta warga Koltim untuk tidak panik, namun tetap waspada dengan virus tersebut.

”Kita patut waspada, namun jangan panik. Insyaallah dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi bagi semua kelompok, perkiraan tersebut bisa saja tidak terjadi,” katanya.

Dijelaskan Bupati, pada dasarnya vaksinasi adalah pemberian kekebalan secara buatan yang bertujuan untuk menghadapi virus atau penyakit tertentu.

”Vaksinasi atau juga dikenal dengan istilah imunisasi sebenarnya telah dilaksanakan sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam sejarah juga mencatat, vaksinasi cukup banyak menyelamatkan jatuhnya korban jiwa akibat wabah penyakit menular,” jelasnya.

Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 kelompok usia 6-11 Tahun di Aula pemda Koltim, Jumat, 21 Januari 2022. (Dhery/Triaspolitika.id)

Lebih jelas Sulwan Aboenawas menuturkan, Vaksin dikenal secara medis pertama kali sejak Edward Jenner berhasil menemukan vaksin penyakit cacar yang mewabah sekitar abad ke-17, kemudian menyusul vaksin-vaksin lain seperti vaksin campak, polio, difteri, pertusis, tetanus dan lainnya. Sehingga saat ini menjadi program imunisasi rutin oleh pemerintah.

”Tidak terkecuali saat ini, dengan diberikannya vaksinasi covid-19 pada dasarnya sama dengan vaksin-vaksin sebelumnya. Ini adalah salah satu bentuk upaya untuk mencegah wabah meluas dan mengurangi dampak dari penyakit menular tersebut,” jelas Sulwan.

Lanjut Sulwan, pemberian vaksinasi kepada kelompok usia 6 hingga 11 tahun telah melalui uji klinis yang cukup.

Dimana vaksin yang digunakan adalah jenis sinovac dan telah memperoleh hasil efektif, sekitar 96,15%. Dimana angka tersebut jauh lebih efektif pada usia dewasa yaitu 65%.

Selain itu kata Sulwan, vaksin sinovac telah uji klinis oleh Badan POM, dengan dikeluarkannya rekomendasi yang diperkuat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021 tanggal 13 Desember 2021 sebagai dasar pelaksanaannya.

”Sejak dikeluarkannya Kemenkes tersebut, maka sejak tanggal 14 Desember 2021 secara resmi telah dilaksanakn vaksinasi di sekolah-sekolah dasar di beberapa daerah,” katanya.

Dengan ditetapkannya sasaran baru ini dimana jumlah untuk kabupaten Kolaka Timur yaitu 12.213 orang, sehingga total sasaran baru kini berubah menjadi 107.346 orang.

Bupati Koltim menerangkan, capaian vaksinasi Kolaka Timur saat ini per tanggal 19 Januari 2022 diluar dari sasaran baru yaitu, pada dosis pertama sebanyak 70.180 orang atau 73,77%, sedangkan untuk dosis dua sebanyak 41.059 orang atau 43,16%, dan dosis ketiga Booster tenaga kesehatan sebanyak 607 orang atau 92,96%.

Reporter: Dhery

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!