LKP Unidayan Melakukan Penanaman Mangrove di Kolese, Ekspedisi Hijau Se-Sultra Resmi Ditutup
BAUBAU, TP – Lembaga Kemahasiswaan Perikanan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) yang tergabung dalam Ekspedisi Hijau Se-Sulawesi Tenggara melakukan kegiatan penanaman Mangrove dipesisir pantai di Kelurahan Kolese, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Senin (26/4/2021).
Ketua panitia Ekspedisi Hijau se-Sultra sekaligus kordinator Pertimbangan Wilayah VI, Hasim mengatakan, dengan terlaksananya jadwal rute penanaman terakhir sekaligus penutup dari kegiatan ekspedisi hijau se-Sultra yaitu bertempat di Kelurahan Kolese, Kecamatan Bungi, Kota Baubau.
“Saya secara pribadi dan mewakili lembaga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ekspedisi hijau ini. Saya ingin sampaikan selama proses kegiatan ekspedisi hijau ini kami telah menanam kurang lebih 4000 pohon yang tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara,” bebernya.
Lanjut kata dia, kegiatan ini tidak hanya menjadi simbolitas namun kita semua dapat mempertahankan sekaligus menjaga apa yang telah kita kerjakan hari ini.
“Saya mewakili kawan-kawan panitia ekspedisi hijau se-Sultra mengucapkan permohonan maaf bila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekeliruan atau kehilafan dari kami selaku pantia. Kami sadar bahwa segala sesuatu yang keliru itu datangnya dari kami selaku hamba yang tak pernah luput dari salah, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT,” ungkapnya.
Korwil wilayah VI Himapikani, Alim Amri Nusantara mengatakan, yang kita lihat kondisi daerah Sulawesi Tenggara saat ini sangatlah memprihatinkan karena dimana-mana ada tambang, khususnya di Muna hampir semua pesisir ekosistemnya perlahan menghilang dan rusak.
“Olehnya itu dengan adanya ekspedisi hijau ini semoga masyarakat sadar akan kepentingan dan manfaat pohon mangrove, untuk itu mari kita jaga pesisir agar tetap hijau,” katanya.
Sementara itu, Lurah Kolese, Muhulisi mengatakan, terima kasih kepada mahasiswa yang sudah membatu dalam penanaman mangrove ini karena lokasi ini siap ditanamkan tanpa di ganggu dan memiliki pantauan dari provinsi.
“Alhamdulilah di Kelurahan Kolese ini susah sekali untuk mendapatkan bibit mangrove, tempat ini yang dulunya banyak pohon mangrove karena untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Mangrove saat ini habis dan sekarang mulai di tanamkan lagi bersama teman-teman mahasiswa perikanan Undidayan,” pungkasnya.
Reporter: Irma







