Ketua Projo Mubar Nilai Ketua DPRD Mubar Tidak Punya Etika

waktu baca 2 menit
Ketua Projo Mubar, LM. Junaim (Dokumentasi pribadi)

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Perilaku Arogan yang dipertontonkan oleh Ketua DPRD Muna Barat (Mubar) Wa Ode Sitti Sariani Ilaihi membanting pintu dan menentang kebijakan Pj. Bupati Dr Bahri terkait penertiban kendaraan dinas (Randis) milik Pemda pada Rabu (24/8/9) kemarin mendapat reaksi keras dari Ketua Projo Mubar, LM. Junaim.

Junaim menyebut tindakan tersebut sangat disayangkan, dan hal ini merupakan pelanggaran kode etik yang perlu mendapatkan perhatian dari pihak Badan Kehormatan DPRD setempat. Kamis (25/8/2022).

Menurutnya, Sebagai anggota tarlebih lagi sebagai Ketua DPRD seharusnya menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sebagai mitra kerja dengan Bupati atau Pemerintah Daerah seharusnya saling memerlukan, menghargai dan memperkuat dalam hubungan kerja dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Tidak etis ketua DPRD garang di forum, humanislah, Pj. Bupati telah menyampaikan dengan sopan, tidak mesti direspon dengan emosional. Junjung tinggi etika justru lebih terhormat bagi ketua DPRD. Lembaga terhormat namun tidak mampu menjaga marwah, akan mencederai DPRD itu sendiri. Apalagi, sampai dilihat mata rakyat Mubar,” cetusnya.

Junaim menambahkan, Kode Etik wajib dipatuhi oleh setiap Anggota DPRD terlebih sebagai Ketua, selama menjakankan tugasnya untuk menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas DPRD.

“Kami mendesak Randis yang dimiliki oleh Ketua DPRD untuk segera dikembalikan untuk ditertibkan karena mobil tersebut milik rakyat yang menggunakan Keringat rakyat.” Tegasnya.

Junaim juga menyarankan, agar DPRD Mubar untuk mendukung Penuh penertiban Randis dan membentuk Badan Kehormatan Dewan untuk memantau dan mengevaluasi disiplin dan/atau kepatuhan terhadap moral, kode etik, dan/Dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra Dan kredibilitas DPRD.

“Jatuhkan sanksi kepada Anggota DPRD yg terbukti melanggar kode etik dan/atau Tata Tertib DPRD.” Pungkas Junaim.

Dikutip pada Sultranesia.com pada Rabu (24/8/2022), Ketua DPRD Muna Barat (Mubar), Wa Ode Sitti Sariani Ilaihi marah-marah hingga membanting pintu. Emosi tak terkendali ini dilakukan lantaran Penjabat (Pj) Bupati, Dr Bahri, membahas soal kendaraan dinas (randis).

Ketegangan itu terjadi saat Pj Bupati Bahri, bersama Ketua DPRD Sariani, dua pimpinan dewan, Uking Djassa dan Agung Darma serta beberapa anggota dewan baru saja selesai santap siang menjelang rapat paripurna pembahasan APBD Perubahan 2022.

“Pak Pj Bupati, kita ini mitra. Jangan seenaknya dengan kebijakannya,” kata Sariani dengan suara lantang sambil berdiri meninggalkan kursinya.

Reporter: Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *