Ketkom FKIP Unidayan Minta Proses Hukum Oknum Penyerang Ketum HMI Cabang Baubau
BAUBAU, TP – Momen perdana para pemuda yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Kota Baubau hadirkan sebuah dialog terbuka bertema “Menuju Pemuda Satu”, namun naas berujung ricuh di lokasi Gedung Tourist Informasi Center (TIC) milik Pemkot Baubau. Jum’at malam lalu, (27/8/2021)
Ihwal kegiatan dialog (diskusi, red) berjalan mulus, bermacam argumen dari narasumber Cipayung Plus terdengar saling mengisi sesuai substansi Tema, bahkan menariknya sesi demi sesinya bernuansa intelektual.
Beberapa waktu (jam, red) kemudian, kericuhan pun terjadi dan tidak terelakkan kejadian ini ditengah dialog sedang berlangsung oleh oknum yang tidak dapat disebutkan namanya seketika itu menyerang salah seorang anggota Cipayung Plus. Diduga serangan itu tak lain ditujukan kepada Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Baubau.
“Kita sebagai anak muda sangat menyayangkan kejadian tersebut, karna seharusnya melalui forum ini kegelisahan pemuda Kota Baubau dapat terjawab dan terselesaikan,” ungkap Irfan selaku Ketum HMI Komisariat FKIP UNIDAYAN saat di konfirmasi oleh awak media. Minggu, (29/8/2021)
Lebih jauh Irfan menjelaskan, jika kericuhan di picu oleh debat kelompok pemuda terkait pembelahan di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ), saat itu setiap dari masing-masing kubu saling mempertahankan pendapat, katanya.
Lanjut, kata dia lagi, ber-dinamika boleh-boleh saja tapi harus ada etika. Dalam hal ini Irfan selain menyesalkan hadirnya kejadian itu, sekaligus ia menyatakan diri meminta kepada pengurus HMI Cabang Baubau untuk mengambil proses hukum.
“Saya minta agar pengurus HMI Cabang Baubau supaya menempuh proses hukum, agar dari kejadian ini kita semua bisa mengambil hikmah untuk membangun Kepemudaan Kota Baubau kedepan nya lebih baik lagi,” tutup dia.
Hasil pantauan media dari video yang beredar, dialog terhenti akibat dari situasi yang tidak kondusif, bahkan para pemuda yang hadir di kegiatan tersebut sempat terjadi aksi saling dorong.
Reporter: ATUL W







