Kejati Sultra dan PWI Sepakat Rawat Kolaborasi Profesional

waktu baca 2 menit

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra sepakat untuk terus merawat kolaborasi demi mewujudkan kerja profesional dan bertanggung jawab.

Kepala Kejati Sultra, Dr. Abd. Qohar Affandi, S.H., M.H., menyatakan pentingnya sinergi antara Korps Adhyaksa dan insan pers dalam ekosistem demokrasi. Menurutnya, kejaksaan membutuhkan media sebagai sarana publikasi, sementara pers memerlukan akses informasi yang akurat untuk bahan pemberitaan.

“Korps Adhyaksa dan insan pers saling membutuhkan. Pers membutuhkan data dan informasi, sedangkan kejaksaan membutuhkan pers untuk publikasi,” ujar Qohar saat menerima kunjungan PWI Sultra di ruang kerjanya, Jumat (8/8).

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu dihadiri Ketua PWI Sultra, Sarjono, didampingi anggota dewan kehormatan Abd Azis, Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Dr. Umar Marhum, Kalvin, serta Asisten Intelijen Kejati Sultra, Muhammad Ilham, SH., MH.

Qohar yang baru saja menjabat menggantikan Dr. Hendro Dewanto, menyambut baik kunjungan PWI Sultra. Ia menegaskan, kejaksaan membutuhkan peran pers yang mengedepankan profesionalisme dan taat hukum.

“Kami sangat terbuka dengan wartawan, namun tentu yang menaati aturan dan menjunjung tinggi etika jurnalistik,” tegasnya.

Ia juga mengakui bahwa profesi wartawan memiliki tantangan tersendiri, terutama di tengah tuntutan publik yang semakin kompleks. Karena itu, penting bagi insan pers untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

“Sumber daya jaksa di Kejati Sultra hanya 56 orang, sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah perkara. Maka dari itu, pers sangat penting untuk membantu menyampaikan informasi bahwa penegakan hukum tidak hanya oleh kejaksaan, tapi juga oleh kepolisian dan KPK,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sultra, Sarjono, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Kejati Sultra. Ia menegaskan pentingnya kemitraan yang saling menghormati untuk kepentingan publik.

“Di era banjir informasi, jurnalisme yang bermartabat dan mencerdaskan sangat dibutuhkan. Kami terus memperkuat organisasi dan meningkatkan kapasitas wartawan, termasuk di tingkat kabupaten dan kota,” kata Sarjono.

Hingga kini, kepengurusan PWI daerah telah terbentuk di Kota Baubau, Kabupaten Wakatobi, Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, dan Kolaka.

Ia juga menyoroti perlunya evaluasi dari pihak luar terhadap kerja jurnalistik, termasuk oleh institusi seperti kejaksaan. PWI, lanjutnya, terbuka terhadap kritik dan saran yang obyektif dari masyarakat.

“Mereka yang menyalahgunakan profesi demi kepentingan sesaat dan mencoreng nama baik wartawan, itu tanggung jawab pribadi. Tapi tetap menjadi keprihatinan kami,” tutup Sarjono.

Editor: Dekri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *