H AS Tamrin: Pembentukan Puskesos SLRT Bersinergi Dengan PO-5

waktu baca 3 menit
Wali Kota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH. Foto: Istimewa

BAUBAU, TP – Wali Kota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH. menilai pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) serta Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) sangat bersinergi dengan nilai-nilai PO-5. Selain itu, pembentukan Puskesos dan SLRT tersebut juga merupakan sinergitas atara Program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Hal tersebut diungkapkan H. AS Tamrin melalui sambutannya saat menghadiri acara pembukaan sosialisasi pembentukan Puskesos SLRT PO-5 Sejahtera di aula lantai dua Kantor Wali Kota Baubau, Kamis (24/6/2021). Dalam acara tersebut Wali Kota Baubau didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd.

“Puskesos ini sangat senergi dengan PO-5, kalau kita bekerja hanya karena tugas, tanpa memikirkan hubungan interaksi antara sesama kita maka apa yang kita lakukan akan ngambang. Ini juga sebagai sinergitas antara program Daerah dengan program Pusat,” tutur H. AS Tamrin.

H. AS tamrin juga mengungkapkan, dalam menyukseskan program pembangunan, sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sangat diperlukan. Menurutnya, Dalam sinergitas tersebut perlu adanya landasan karakter dan moral yang disebut PO-5.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini juga menjelaskan, Puskesos adalah merupakan wadah bertemunya para pelaku-pelaku atau pengabdi sosial. Baik dari Pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial maupun lembaga-lembaga masyarakat yang bergerak dalam kegiatan sosial di semua aspek.

“Namun betapapun bagusnya ini kita punya program, tapi kalau manusianya rusak maka program-program ini tidak akan jadi apa-apa. Itulah sebabnya, yang menjalankan program-program ini haruslah manusia-manusia yang mempunyai fondasi karakter yang baik dan kuat,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk mewujudkan semua program tersebut, nilai-nilai budaya lokal harus menjadi pondasi dasar sebagai tolak ukur dari karakter dan moral tersebut. Untuk itu pihaknya menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai PO-5 dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi Negara.

“PO-5 ini adalah suatu sinergi antara nilai-nilai Daerah dengan nilai-nilai Pusat, karena ini sangat sejalan dengan Pancasila. Ini juga merupakan sinergi antara nilai-nilai budaya dan agama, karena pondasi karakter, mental, dan moral ada di dalam nilai-nilai PO-5 ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wali Kota dua periode ini menjelaskan, PO-5 mengandung nilai-nilai universal yang menjadi landasan interaksi antara sesama manuasia. Di mana hal tersebut telah ditekankan dalam ajaran agama Islam tentang pentingnya hubungan antara manusia dengan manusia lainnya.

“Nilai-nilai ini mengatur bagaimana kita mengemas interaksi kita dalam sebuah tatakrama yang baik agar terjalin kebersamaan, kekompakan, dan keharmonisan untuk mewujudkan suatu kedamaian. Serta mewujudkan stabilitas dan sinergitas yang utuh di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

“PO-5 ini landasan filosofinya adalah Sara Pataanguna yang ada dalam Mukaddimah Martabat Tuju. Landasan ideologinya adalah Pancasila, karena kita ini berada di dalam wilayah Negara Kesatuan Ripublik Indonesia. Sedangkan landasan operasionalnya adalah Revolusi Mental, karena tujuannya adalah untuk memperbaiki mental yang sudah rusak,” pungkasnya.(Adm)