Gotong Royong Jadi Kunci Penanganan Kebocoran Pipa Minyak di Towuti

waktu baca 2 menit

LUWU TIMUR, TRIASPOLITIKA.ID – Insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (23/8) kembali menunjukkan bahwa gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis.

Pemerintah, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), serta masyarakat setempat bahu-membahu memastikan penanggulangan berjalan cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan warga serta pemulihan lingkungan.

Sejak pukul 07.30 WITA, PT Vale mengaktifkan prosedur tanggap darurat dengan menurunkan Emergency Response Group (ERG) ke lokasi. Bersama Pemerintah Kecamatan Towuti, BPBD, DLH Luwu Timur, aparat kepolisian, dan TNI, terbentuk tim terpadu yang bekerja siang dan malam.

Tak hanya langkah teknis, solidaritas warga juga menjadi kekuatan tambahan. Di Dusun Malindowe, sejumlah ibu rumah tangga membuka dapur mereka untuk memasak bagi ratusan petugas lapangan dan relawan.

Head of External Relations PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci penanganan.

“Kami melihat kekuatan luar biasa ketika pemerintah, PT Vale, dan pemangku kepentingan bekerja sebagai satu tim. Dari tindakan teknis di lapangan hingga dukungan ibu-ibu yang memasak untuk petugas. Semua ini menjadi bagian dari energi pemulihan,” ujar Endra.

Menurutnya, PT Vale berkomitmen menangani insiden secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab dengan prioritas utama pemulihan masyarakat dan lingkungan.

Hingga kini, tim terpadu telah melakukan isolasi dan perbaikan pipa, pemasangan slick bar dan boom absorbent di titik kritis, pengurasan minyak menggunakan tangki penampung, serta inventarisasi area terdampak. Seluruh langkah dipantau langsung oleh DLH Luwu Timur untuk menjamin akuntabilitas publik.

Bagi PT Vale, insiden ini kembali menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap manusia dan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan menjadi bukti bahwa pemulihan bukan semata proses teknis, melainkan perjalanan bersama menjaga kehidupan dan alam di Luwu Timur.