Dorong UMKM Naik Kelas, Rumah BUMN Mubar Perkuat Sinergi dengan Pegadaian

waktu baca 2 menit

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Rumah BUMN Muna Barat (Mubar) di bawah naungan PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Pegadaian Cabang Raha untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas produksi UMKM lokal di Kabupaten Muna Barat.

Kerja sama tersebut disepakati pada Jumat (12/12/2025) dan menjadi bagian dari upaya sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung pemberdayaan ekonomi kerakyatan, sejalan dengan program pemerintah mendorong UMKM naik kelas.

Koordinator Rumah BUMN Muna Barat, Aldirsas, mengatakan kolaborasi ini bertujuan memastikan UMKM binaan memperoleh kemudahan akses terhadap sumber pendanaan yang terjangkau dan berkelanjutan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan UMKM binaan mendapatkan kemudahan akses permodalan, baik melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun produk pinjaman ultra mikro yang ditawarkan Pegadaian,” ujar Aldirsas.

Ia menambahkan, keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan utama bagi UMKM dalam mengembangkan usaha. Karena itu, dukungan pembiayaan yang tepat diharapkan mampu mendorong pelaku usaha meningkatkan skala dan daya saing produknya.

Sementara itu, Pimpinan PT Pegadaian Cabang Raha menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, Pegadaian saat ini memiliki mandat dari pemerintah untuk melakukan pendampingan dan memperluas akses permodalan bagi usaha mikro agar dapat tumbuh dan berkembang.

“Kemitraan dengan Rumah BUMN Muna Barat ini sangat efektif karena dapat menjangkau langsung pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan finansial,” katanya.

Selain menyediakan akses pembiayaan, kerja sama ini juga mencakup pelatihan literasi keuangan serta pendampingan pengelolaan permodalan bagi UMKM. Program tersebut melengkapi kegiatan pembinaan yang selama ini telah dijalankan Rumah BUMN Muna Barat.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya menjawab persoalan permodalan, tetapi juga meningkatkan literasi dan kapasitas bisnis UMKM secara lebih holistik,” pungkasnya.

  • Reporter: Dedi