Dirintelkam Polda Sultra ikut Diskusi Pemersatu Bangsa

waktu baca 2 menit
Dirintelkam Polda Sultra ikut Diskusi Pemersatu Bangsa.(Dekrit/Triaspolitika.id)

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar diskusi fpkus grup bertema ”Merawat Keberagaman Budaya di Sulawesi Tenggara” Sabtu, (12/3/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Kolaka itu, turut dihadiri sejumlah pihak diantaranya, Dir Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Nanang Rudi Supriatna, Kepala Cabang Dinas Dikbud Kabupaten Kolaka dan Koltim Sultamara Tamburaka, Kepala Bidang Kebudayaan Diknas Kolaka Munaser Arifin, Kasubdit III Polda Sultra AKBP Eddy Mulsupryanto, Waka Polres Kolaka Kompol Adri Setyawan, Kasat Intelkam Polres Kolaka Muhammad Jafar serta tim dari penulis buku.

Kegiatan yang membahas penulisan buku bertajuk merawat keberagaman budaya di Sultra itu, turut dihadiri beberapa penulis buku tersebut diantaranya, Prof. La Niampe, DR. Sahrun, DR. Aslim, DR. Rahmat Sewa Surya, DR. Basrin Melamba, serta DR. Safruddin.

Dirintelkam Polda Sultra ikut Diskusi Pemersatu Bangsa.(Dekrit/Triaspolitika.id)

Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri 80 orang peserta yang terdiri dari Tokoh masyarakat, Tokoh adat, Tokoh pemuda, serta para kepala sekolah dan guru sejarah tingkat SMA di Kolaka.

Dirintelkam Polda Sultra, Kombes Pol Nanang Rudi Supriatna menjadi pemateri pada kegiatan “Focus Group Discussion Penulisan Buku Merawat Keberagaman Budaya di Sulawesi Tenggara”.

Menurut Nanang, keberagaman budaya di Sultra merupakan salah satu hal yang dapat mempersatu bangsa saat ini.

”Saya juga mengucapakan terimakasih dan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Keberagaman budaya di Sulawesi Tenggara merupakan suatu keniscayaan sebagai salah satu hal pemersatu bangsa,” kata Kombes Pol Nanang usai membuaka kegiatan tersebut.

Dirintelkam Polda Sultra ikut Diskusi Pemersatu Bangsa.(Dekrit/Triaspolitika.id)

Untuk itu ia berharap, usai terbit nanti, buku tersebut dapat menjadi literatur dan inspirasi semua pihak utamanya dalam melestarikan dan merawat budaya di Bumi Anoa.

Selama Kegiatan berlangsung, peserta tetap mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan dengan cara mengenakan masker dan lainnya. Hal tersebut guna memutus mata rantai Penyebaran Covid-19.(Dek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!