Dinkes Kolaka Klarifikasi Soal Donasi Sopir Ambulans RSUD Benyamin Guluh
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka dr. Muhammad Aris memberikan klarifikasi atas sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kolaka terkait dugaan ketidakterbukaan pengelolaan donasi bagi sopir ambulans Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG), yang saat ini tengah menjalani proses hukum di Polres Bone, Sulawesi Selatan.
Aris menegaskan bahwa dana donasi yang dikumpulkan para sopir ambulans masih tersimpan di RSBG. Penggunaannya, kata dia, tergantung dari kesepakatan para pemberi donasi.
“Donasi tersebut sepenuhnya berasal dari inisiatif dan solidaritas rekan-rekan sopir, tanpa ada permintaan dari pihak rumah sakit. Itu murni bentuk simpati mereka terhadap teman sejawat,” ujar Aris di Kolaka, Jumat (24/10/2025).
Ia menambahkan, dana yang dihimpun tidak diperuntukkan bagi keluarga korban kecelakaan. Menurutnya, seluruh biaya kompensasi dan bantuan untuk keluarga korban akan ditanggung langsung oleh pihak RSBG.
“Donasi dari para sopir ambulans bukan digunakan untuk keluarga korban. Untuk biaya kepada keluarga korban, sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak RSBG,” tegas Muhammad Aris.
Aris menjelaskan, pihak rumah sakit berhati-hati dalam mengambil langkah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dengan pihak keluarga korban.
“RSBG tidak gegabah bertindak karena khawatir keluarga korban tersinggung jika langsung diberikan dana. Saat ini, utusan dari pihak rumah sakit masih melakukan mediasi dengan keluarga korban yang difasilitasi Polres Bone,” katanya.
Lebih lanjut, Aris menyebut bahwa jika telah tercapai kesepakatan antara kedua pihak, seluruh biaya hasil kesepakatan akan ditanggung sepenuhnya oleh rumah sakit, bukan menggunakan dana donasi para sopir ambulans.
Terkait rincian jumlah dan status dana donasi, Aris mengatakan hal itu bergantung pada keputusan bersama para pemberi sumbangan. Namun, ia memastikan pihak RSBG siap mempertanggungjawabkan seluruh dana yang diterima secara transparan.
“Yang jelas, pihak RSBG siap mempertanggungjawabkan seluruh dana yang telah didonasikan oleh para sopir,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa hingga kini rumah sakit belum menyalurkan bantuan kepada sopir ambulans yang tengah ditahan di Polres Bone.
“Pihak RSBG belum memberikan dana ke sopir yang ditahan karena biaya hidupnya masih mencukupi,” ucapnya.
Aris menegaskan, manajemen RSBG terus berupaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan mengedepankan asas kemanusiaan dan tanggung jawab institusional.
“Kami berupaya agar mediasi berjalan baik dan keluarga korban dapat menerima dengan lapang dada, sehingga tercapai kesepakatan yang adil bagi semua pihak,” pungkasnya.
- Editor: Dekri







