BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sultra, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga Pukul 23.30 WITA

waktu baca 2 menit

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Senin malam, 23 Juni 2025, pukul 21.00 WITA. Cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang diperkirakan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah hingga pukul 23.30 WITA.

Dalam keterangan resminya, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi darat dan laut akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Wilayah Terdampak dan Potensi Meluas

Wilayah yang diperkirakan terdampak hingga pukul 21.30 WITA mencakup:

  • Kabupaten Kolaka: Pomalaa, Watubangga, Tanggetada, Polinggona

  • Kabupaten Konawe: Soropia, Lalonggasumeeto

  • Kabupaten Muna: Napabalano, Maligano, Wakorumba Selatan, Lasalepa, Katobu, dan sekitarnya

  • Kabupaten Buton: Pasarwajo, Kapontori, Lasalimu, Wabula

  • Kabupaten Konawe Selatan: Lainea, Kolono, Moramo, Wolasi

  • Kabupaten Bombana: Rumbia, Kabaena, Kabaena Timur, Rumbia Tengah

  • Kabupaten Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa Selatan

  • Kota Kendari: Mandonga, Abeli, Wua-Wua, Kambu, dan lainnya

  • Kota Baubau: Wolio, Sorawolio, Bungi, dan sekitarnya

BMKG juga memperkirakan cuaca ekstrem dapat meluas ke beberapa daerah lain, termasuk:

  • Kabupaten Konawe Selatan: Tinanggea, Ranomeeto, Palangga

  • Kabupaten Konawe: Sampara, Bondoala, Morosi

  • Kabupaten Bombana: Poleang Barat, Poleang Tengah

  • Kabupaten Buton Tengah & Selatan: Mawasangka, Siompu

  • Kabupaten Konawe Utara: Motui

  • Kota Baubau: Betoambari, Murhum

Imbauan dan Kewaspadaan

BMKG Sultra mengingatkan masyarakat agar memperhatikan rambu-rambu keselamatan, menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem, serta mengikuti informasi dan instruksi dari pihak berwenang.

“Kondisi cuaca ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 23.30 WITA. Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” tulis prakirawan BMKG Sulawesi Tenggara dalam keterangan resmi.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan instansi terkait lainnya, guna meminimalisasi risiko serta mendukung keselamatan bersama.