Bentrok TNI–Polri Terjadi di Lapangan Sepak Bola Buton Selatan

waktu baca 2 menit
Ilustrasi. dok/Triaspolitika.id

BUSEL, TRIASPOLITIKA.ID – Insiden bentrokan antara aparat TNI dan Polri terjadi di Lapangan Sepak Bola Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu sore, 4 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WITA.

Bentrokan tersebut melibatkan personel Satuan Brigade Mobil (Brimob) B Polda Sulawesi Tenggara dan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 871/La Maindo. Peristiwa itu terjadi usai pertandingan sepak bola yang digelar di lokasi tersebut.

Berdasarkan rekaman video yang beredar dan diterima Triaspolitika.id, tampak kedua kelompok saling kejar di area lapangan. Teriakan terdengar dari sejumlah orang, sementara suasana di sekitar lapangan menjadi tegang dan memicu kepanikan penonton.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar 500 prajurit Yonif TP 871/La Maindo hadir untuk menyaksikan pertandingan. Sementara itu, jumlah personel Brimob yang berada di lokasi diperkirakan sekitar 25 orang.

Usai pertandingan berakhir, sejumlah prajurit TNI mendatangi anggota Brimob yang berada di lapangan. Pada awalnya, kehadiran mereka diduga untuk melakukan yel-yel. Namun situasi kemudian memanas dan berujung pada kericuhan yang disertai dugaan aksi pemukulan. Akibat kejadian tersebut, beberapa personel Brimob dilaporkan mengalami luka-luka.

Pelaksana Kepala Bagian Operasional Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Komisaris Polisi Gusti Komang Sulastra, membenarkan terjadinya insiden tersebut.

“Benar telah terjadi bentrokan antara anggota Brimob dan TNI di Buton Selatan. Saat ini situasi sudah aman dan kondusif,” kata Gusti saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Menurut Gusti, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pemicu awal kericuhan. Ia juga menyampaikan bahwa Komandan Batalyon yang berada di Batauga telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna mencegah eskalasi lanjutan.

Aparat keamanan setempat menyatakan fokus menjaga stabilitas keamanan dan memastikan situasi tetap kondusif, sekaligus menunggu hasil penelusuran internal dari masing-masing institusi terkait insiden tersebut.

  • Reporter: Anto