Benahi Infrastruktur Demi Tingkatkan Produksi Pertanian di Anggoro

waktu baca 2 menit
Ilustrasi : Pekerjaan irigasi pembuangan

KONAWE, TRIASPILITIKA.ID – Pemerintah Desa Anggoro, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) lakukan pembenahan infrastruktur pertanian.

Kepala desa Anggoro, Ruslan menyampaikan salah satu pembenahan yakni normalisasi saluran irigasi pertanian sepanjang 600 meter dan pembuatan jalan inspeksi.

“Di samping saluran pembuangan kita bangun jalan inspeksi di sebelahnya, jadi dia memiliki dua fungsi selain jalan inspeksi dapat juga di gunakan sebagai jalan tani guna memobilisasi hasil pertanian warga,” terang Ruslan.

Selain usulan perbaikan infrastruktur di sektor pertanian, Pemdes Anggoro juga mengalokasikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warganya.

“Semua kegiatan yang ada di desa Anggora yang di biayai dari Dana Desa (DD) telah melalui musyawarah desa (Musdes) termaksud bantuan RTLH sebanyak 5 unit di tahap pertama ini,” kata Ruslan, Kamis 07/04/2022.

Termaksud penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) ke warga. Tahap I ini pemdes Anggoro menyalurkan ke 57 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mereka menerima Rp.900 ribu per triwulan.

Sebelum memberikan bantuan, pemdes Anggoro terlebih dulu lakukan perifikasi faktual untuk memastikan warga KPM belum menerima bantuan dari pusat seperti PKH, BPNT dan Bansos pusat.

“Jika diakumulasikan KPM mendapat Rp 300 ribu tiap bulan sesuai pos anggaran 40 persen. Mereka ini belum menerima bantuan pusat,” ungkap Ruslan.

Ia berharap dengan adanya geliat pembangunan di desa, akan memberikan dampak positif bagi warganya dengan meningkatkan hasil perekonomian dan taraf hidup masyarakat Anggoro.

“Selain Dana Desa, kami juga mengusulkan beberapa proposal kegiatan di pemerintah daerah Konawe, seperti baru baru ini, saya masukan proposal ke dinas perikanan Konawe untuk bantuan nelayan, semoga di respon,” ujar Ruslan dengan penuh harapan.

Untuk di ketahui wilayah desa Anggoro merupakan salah satu penyumbang beras di kabupaten Konawe, sekitar 90 persen warganya bekerja sebagai petani sawah.

Reporter: Utha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *