ALAM Sultra Soroti Kinerja Kejati, Penanganan Dugaan Korupsi Jembatan Tamburano Dinilai Lamban
MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Aliansi Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (ALAM Sultra) menyoroti kinerja Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) terkait belum jelasnya penanganan laporan dugaan korupsi pembangunan Jembatan Gantung Tamburano di Kabupaten Konawe Kepulauan.
Laporan tersebut diketahui telah disampaikan secara resmi sejak sebulan lalu. Namun hingga kini, belum terlihat adanya perkembangan konkret dari pihak penegak hukum.
Ketua ALAM Sultra, Rahman, menegaskan proyek strategis dengan nilai anggaran besar itu semestinya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, terlebih adanya indikasi penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.
“Kami sudah melaporkan secara resmi sejak bulan lalu, tetapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut. Ini menjadi pertanyaan besar bagi publik, ada apa dengan penanganan kasus ini?” ujar Rahman, Senin (27/4).
Menurutnya, lambannya respons Kejati Sultra berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemberantasan korupsi di daerah tersebut.
ALAM Sultra mendesak Kepala Kejati Sultra yang baru untuk segera mengambil langkah tegas dengan memerintahkan percepatan proses penyelidikan, termasuk pemanggilan pihak-pihak terkait serta membuka informasi perkembangan kasus secara transparan kepada publik.
“Jangan sampai laporan masyarakat hanya menjadi tumpukan berkas tanpa kepastian hukum. Kejati harus menunjukkan keseriusan dalam memberantas korupsi, apalagi ini menyangkut proyek untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Sebagai bentuk kontrol sosial, ALAM Sultra menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan kasus tersebut.
Bahkan, mereka membuka kemungkinan menggelar aksi unjuk rasa apabila tidak ada progres yang signifikan dalam waktu dekat.
“Penegakan hukum tidak boleh lambat jika menyangkut uang rakyat. Kami akan terus mengawasi hingga ada kepastian hukum,” pungkas Rahman.
- Reporter: Farid







