Ajakan Kompak, As Tamrin: Perbedaan Itu Normatif, PO-5 dan Sara Pataanguna Terus di Hati

waktu baca 3 menit
Walikota Baubau, Dr. H. As Tamrin, MH. Foto: Istimewa

BAUBAU, TP – Wali Kota Baubau, Dr. H. As Tamrin MH, tanggap debat sisi PO-5 dengan Sara Pataanguna. Dipertegas jika perbedaan ini tidak menjadi perdebatan yang panjang.

Sebetulnya tidak boleh dipolemikkan, antara Sara Pataanguna dengan PO-5, “PO-5 ini kan sebetulnya itu hasil temuan disertasi, yang aslinya itu kepemimpinan PO-5,” tegasnya As Tamrin, dalam diskusi publik Koja-koja Poadhati bertema Sara Pataanguna dan PO-5 dalam Perspektif Ke-Buton-an, yang dipusatkan di Gedung Pancasila Kota Baubau. Senin, (15/2/2021)

“Nawaitu nya kita itu adalah ingin menciptakan kondisi yang kondusif (damai),” ungkapnya sembari menampakkan sikap dinginnya.

Dari pandangan As Tamrin, dikemukakan jika PO-5 ini hadir guna menjawab polemik kekinian, “Tadinya hadir kebablasan dengan tindakan-tindakan yang intoleran, anarkis, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), pertikaian antar kampung, antar mahasiswa, ya dengan himbauan PO-5 ini akan terjadi adjustment (pengaturan). Inikan kenyataan yang kita hadapi,” terangnya

Disamping itu ia (As Tamrin), pun beberkan esensi tergesernya paradigma yang juga merubah konsep-konsep yang ada, lebih tepat rasionalitas setiap orang dibedakan dari minset, latar belakang, jalur kehidupan, sampai dengan buku-buku yang menjadi rujukan.  “Tapi itu tidak apa-apa, itu normatif,” pintanya.

Lanjut ia, “Makanya saya bilang, Budaya itu berkembang, sebagaimana berkembangnya peradaban masyarakat,” kata dia.

Ia (As Tamrin) juga menambahkan bahwa keselarasan antara PO-5 dan Revolusi Mental yang digodok Ir Joko Widodo sebagai salah satu nawa cita Presiden RI. “Kalau secara nasional adalah Pancasila itu, di lokal masing-masing ada juga, di Baubau inilah PO-5 itu,” imbuhnya.

Usai berlangsungnya Koja-koja poadhati itu, As Tamrin, selain bersyukur, ia juga apresiasi panitia penyelenggara, tokoh-tokoh budaya, tokoh politik, para anggota legislatif atas andilnya. Saya bersyukur terlihat bersyukur dengan diadakannya forum dialog Koja-koja Poadhati.

“Intinya tadi itu, forum yang mencairkan berbagai perbedaan, bahwa kita beda-beda pendapat, itu tidak apa-apa lah, perbedaan perubahan itu keniscayaan, paradigma itu berubah terus, tidak bisa tidak mengikuti zaman,” ucapnya dengan rasa syukur.

Terlepas dari itu, As Tamrin ingin jadikan momen ini sebagai sebuah awal perjalanan untuk terus saling bahu membahu. Perbedaan itu, kata dia hal yang normatif dan tetap positif, tetap saling membantu, semangat kebersamaan dan kekompakan PO-5, ” Ya bagaimana tercipta suatu kedamaian, stabilitas dalam kita berkehidupan bermasyarakat sehingga akan memudahkan dalam pembangunan,” imbuhnya.

Diketahui, implikasi PO-5 kini telah merambat diberbagai kalangan dan kelompok-kelompok komunitas seperti sri kandi PO-5, milenial PO-5, satgas pelopor PO-5.

“Tidak ada hambatan membangun kalau sudah kompak, tapi kalau gontok-gontokan ya agak berat juga,” ingatnya.

Kini Wali Kota dua periode itu, ingin merajut respon hasrat untuk Pemekaran Kepulauan Buton (Kepton), tetapi lagi-lagi ia (As. Tamrin) menyebut tentang kekompakan.

“Apa lagi ada hasrat untuk Pemekaran  ini harus ada kekompakan,” pungkasnya

Kini, ia (As Tamrin) selain berfokus program yang berdimensi jangka panjang, dan  mensosialisasikan semangat PO-5 pada setiap setiap tingkatan, seperti dalam pembentukan kelompok, atau melalui jalan pengarahan-pengarahan.

Editor: Atul W