Wamendag Tinjau Pasar Tradisional di Sultra, Wa Ode Rabia Apresiasi Komitmen Pemerintah Pusat
JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti, beserta jajaran yang secara intensif meninjau kondisi pasar tradisional dan pelaku UMKM di Sulawesi Tenggara.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2025 tersebut mencakup Pasar Baruga di Kota Kendari, Pasar Manguntara dan Pasar Laino di Kabupaten Muna, serta Pasar Guali di Kabupaten Muna Barat. Selain meninjau pasar, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi para pengrajin tenun khas Muna Barat.
Menurut Wa Ode Rabia, kehadiran Wamendag merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam menanggapi aspirasi masyarakat daerah.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Wamendag atas kehadiran beliau yang turun langsung ke pasar-pasar sentral di Sultra. Ini bukti nyata bahwa suara pedagang, pelaku UMKM, dan masyarakat kita didengar langsung di tingkat kementerian,” ujar Wa Ode Rabia, Senin (20/10).
Ia menjelaskan, tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah untuk memperoleh data akurat terkait kebutuhan revitalisasi dan perbaikan infrastruktur pasar. Hasil peninjauan di sejumlah pasar akan dijadikan bahan laporan prioritas kepada pemerintah pusat.
“Ibu Wamendag telah menegaskan bahwa hasil peninjauan ini akan dievaluasi dan dijadikan dasar perencanaan program berikutnya. Meski alokasi anggaran fisik untuk 2025 belum tersedia, tetapi kami mendapat kepastian bahwa revitalisasi pasar akan menjadi prioritas pada tahun anggaran 2026,” jelasnya.
Saat berada di Pasar Guali, Wamendag menerima langsung berkas proposal revitalisasi pasar yang diserahkan oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. Pasar tersebut hingga kini masih berstatus sementara dan belum memiliki bangunan permanen. Kementerian Perdagangan berkomitmen memberikan dukungan melalui program revitalisasi pasar rakyat, sesuai kapasitas dan kemampuan kementerian.
Politisi asal Sultra yang kini duduk di Komite III DPD RI itu menilai, revitalisasi pasar tradisional sangat krusial karena menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan fasilitas yang memadai, pasar dapat menjadi lebih nyaman, bersih, dan meningkatkan daya saing pedagang lokal.
“Revitalisasi akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Mari kita dukung bersama, terutama dalam melengkapi data dan legalitas yang dibutuhkan agar usulan ini bisa diperjuangkan di pusat,” tegasnya.
Wa Ode Rabia menegaskan dirinya akan terus mengawal aspirasi masyarakat daerah di tingkat nasional.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari langkah besar memperkuat ekonomi masyarakat. Saya di DPD RI akan terus memastikan agar suara masyarakat Sulawesi Tenggara didengar dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.
- Reporter: Bensar







