oleh

Viral di Media Sosial, Empat Orang Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Baubau Tanpa APD, Ini Konfirmasi Gugus Tugas

BAUBAU, TP – Viral di Media Sosial foto empat orang petugas pemulasaraan Jenazah Covid-19 tanpa Alat Pelindung Diri (APD) terjadi di Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, pada Selasa 17 Agustus 2021.

Alasannya karena petugas diduga sering mendapatkan persekusi dari keluarga duka yang meragukan penularan virus Covid-19 di Kota Baubau.

Ketua tim evakuasi jenazah Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau, Darwis mengucapkan permohonan maaf atas tindakan menyalahi SOP saat pemulasaraan jenazah Covid-19 di Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau.

Ketua tim evakuasi jenazah Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau, Darwis. Foto: Ist

Ia menjelaskan, kronologi petugas tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat pemulasaraan jenazah covid-19 bermula dari tindakan persekusi dari pihak keluarga duka.

“Anggota saya pernah diusir, bahkan  ada yang dipukul pakai sarung oleh ibu-ibu saat pemulasaraan jenazah dengan APD lengkap. Sudah empat kali anggota saya di persekusi, yang pertama terjadi di depan Polres Baubau dan yang terakhir di kelurahan Melai. Itu anggota saya di tunjuk-tunjuk dengan warga sambil mendekati anggota saya baru itu warga sedang pengaruh minuman keras. Untuk yang terjadi di kelurahan Lanto itu atas permintaan keluarga duka,” kata Darwis saat dikonfirmasi Triaspolitika.id di ruangannya, pada Jumat (20/8/2021).

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau, Muslimin Hibali mengaku telah menegur petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 akibat kelalaian SOP.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau, Muslimin Hibali. Foto: Ist

“Sebenarnya yang terjadi di kelurahan Lanto itu ada permintaan dari keluarga duka dan itu baru pertama kali petugas melakukan itu (Melepas APD-Red) dan itu saya tidak disampaikan,” kata Muslimin Hibali, pada Jumat (20/8/2021).

Lanjut kata dia, “Kemarin itu kami sudah panggil petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 untuk mengklarifikasi itu kenapa bisa terjadi,  ternyata mereka ada tekanan dari keluarga duka agar supaya tidak mengunakan baju APD, padahal itu SOP tidak boleh. Untuk keadaan petugas sekarang ini masih dalam keadaan sehat-sehat. Namun, kalau belum bisa tes PCR mungkin Swab antigen dulu. Kami sudah berkordinasi dengan pihak rumah sakit agar mereka yang empat orang itu di Swab antigen dulu,” tuturnya.

Tim Triaspolitika.id

BERITA PILIHAN