Usulan Program Pemkab Muna Tertunda, Ridwan Bae Minta Perencanaan Dipercepat

waktu baca 2 menit
Ridwan Bae Wakil Ketua Komisi V anggota DPR RI

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Sejumlah usulan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mengalami penundaan karena belum memenuhi persyaratan administrasi dan dokumen perencanaan yang dibutuhkan pemerintah pusat.

Beberapa program yang terdampak di antaranya usulan penataan kawasan wisata terpadu Pantai Kota Raha, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan infrastruktur jalan, jalan wisata, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

Anggota DPR RI Ridwan Bae mengatakan keterlambatan tersebut terjadi karena dokumen perencanaan dan persyaratan program belum diselesaikan secara lengkap.

Menurut Ridwan, sejumlah daerah lain di Sulawesi Tenggara telah lebih awal menuntaskan dokumen perencanaan sehingga proses pengusulan program dapat berjalan lebih cepat.

“Beberapa daerah lain seperti Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe Kepulauan lebih cepat menyelesaikan dokumen perencanaan sehingga program yang diusulkan juga bisa lebih cepat diproses,” ujar Ridwan, Sabtu (17/5/2026).

Meski menghadapi berbagai kendala, Ridwan mengaku tetap aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat agar program-program prioritas Kabupaten Muna tetap memperoleh dukungan anggaran dan perhatian pemerintah.

Ia berharap kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar ke depan proses perencanaan dan pengusulan program dapat dilakukan lebih cepat, lengkap, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita harus belajar dari kondisi ini agar lebih aktif dan lebih cepat dalam menyiapkan perencanaan serta memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan pemerintah pusat,” katanya.

Ridwan menambahkan, sejumlah program pembangunan yang bersifat berkelanjutan tetap akan dilanjutkan pada tahun 2026. Program tersebut di antaranya pembangunan 778 unit rumah melalui program bedah rumah, pembangunan talud Pantai Kota Raha, serta pembangunan Bendungan Laiba dengan total anggaran sekitar Rp20 miliar.

Menurut dia, program-program tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan infrastruktur dasar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Muna.

  • Reporter: Bensar