Telkom Indonesia Lanjutkan Komitmen Teknologi Inklusif Lewat Program Pelatihan AI di Malang

waktu baca 3 menit

MALANG, TRIASPOLITIKA.ID — Di tengah percepatan transformasi digital nasional, kesenjangan keterampilan teknologi di daerah masih menjadi tantangan serius. Pelaku usaha kecil, kreator konten lokal, hingga mahasiswa di luar pusat teknologi seperti Jakarta dan Bandung, kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, khususnya terkait pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Menjawab kebutuhan tersebut, Telkom Indonesia melalui program Indigo menggelar pelatihan AI Opportunity Learning Program di IndigoSpace Malang, bekerja sama dengan Google.org dan Asian Development Bank (ADB), serta didukung oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) sebagai pengelola dana AI Opportunity Fund. Pelatihan difasilitasi oleh Remote Skills Academy dan Nortis AI Academy, dan dilaksanakan pada 5 dan 12 Juni 2025.

Lebih dari 180 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti pelatihan ini, mulai dari pelaku UMKM, mahasiswa, guru, hingga komunitas teknologi. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar AI, penerapan AI generatif untuk produksi konten, hingga strategi penggunaan AI dalam meningkatkan efisiensi bisnis dan produktivitas individu.

“Kami percaya masa depan AI di Indonesia tidak hanya tumbuh di kota besar, tetapi juga dari daerah yang selama ini kurang tersentuh teknologi. Melihat semangat belajar peserta di Malang, kami optimistis bahwa potensi besar ada di mana-mana,” ujar Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, dalam keterangannya, Sabtu (15/6).

Pelatihan ini tak hanya memberikan sertifikat kelulusan, tetapi juga membuka akses peserta terhadap ekosistem digital startup binaan Indigo. Dengan pembekalan ini, para peserta—khususnya pelaku UMKM dan mahasiswa—diharapkan mampu bersaing dan berinovasi di tengah arus ekonomi digital yang kian kompetitif.

Mendorong Inklusi Teknologi dan Pemberdayaan Lokal

Program ini menjadi bukti nyata bahwa penguasaan teknologi, khususnya AI, dapat menjadi alat pemberdayaan lokal. Bagi pelaku usaha, AI membuka jalan efisiensi dalam operasional dan promosi produk. Sementara bagi mahasiswa dan kreator digital, pelatihan ini menjadi fondasi dalam membangun karier yang relevan di era digital.

“Dengan pelatihan ini, kami ingin mendorong digital inclusion yang nyata—bahwa setiap talenta di Indonesia, dari manapun asalnya, punya peluang untuk berkembang,” tambah Patricia.

IndigoSpace Malang sebagai ruang inovasi kolaboratif berperan sebagai penghubung antara teknologi dan kebutuhan masyarakat lokal. Kehadiran pelatihan seperti ini tidak hanya membekali peserta dengan keahlian baru, tetapi juga memperkuat ekosistem teknologi yang merata di seluruh Indonesia.

Ekspansi ke Daerah Lain

Melihat dampak positif pelatihan ini, Indigo akan melanjutkan program serupa ke kota-kota lain sepanjang tahun 2025, di antaranya Gresik, Surabaya, dan Banyuwangi. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkom Indonesia untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung strategi nasional dalam pengembangan ekonomi digital dan peningkatan kualitas SDM di era AI.


Tentang Indigo
Indigo adalah program inkubasi dan akselerasi startup digital milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang kuat dan inklusif. Melalui berbagai inisiatif, Indigo membantu startup dan talenta digital di Indonesia berkembang dan bersaing di tingkat global.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES