SMAN 1 Tirta Dukung Program BKKBN, Hadirkan Anggota Gerakan Penurunan Angka Stunting Forum Rektor Indonesia

waktu baca 2 menit
Pihak SMAN 1 Tirta saat mengikuti latihan pembuatan martabak kelor di bawa bimbingan Dr. Wa Ode Sifatu, M.Si (Jilbab kuning) sebagai bentuk dukungan program Pemerintah dalam pencegahan stunting. (Dedi/Triaspolitika.id)

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Dalam mendukung program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam pencegahan stunting, pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tiworo Tengah (Tirta) menghadirkan salah satu anggota Tim Gerakan Penurunan Angka Stunting Forum Rektor Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Dr.
Wa Ode Sifatu, M.Si.

Dosen di FIB, UHO Kendari juga itu hadir di SMAN 1 Tirta guna mengadakan pelatihan pembuatan martabak yang bahan pokoknya berasal dari daun kelor. Menurut Wa Ode Sifatu, produk tersebut sudah mempunyai hak paten dan hak cipta serta diakui oleh pihak BKKBN dan dirjen Dikti.

“Kandungan gizi yang terkandung dalam daun kelor sangat tinggi, jadi ketika ada program penanganan stunting, kita serius untuk mensosialisasikan produk martabak kelor ini, artinya mengikuti selera anak muda sekarang, kelor kita modifikasi menjadi makanan kekinian,” terangnya Wa Ode Sifatu.

Wa Ode Sifatu menjelaskan bahwa pada umumnya anak penderita Stunting itu berawal dari ibunya ketika hamil mengalami kekurangan HB, protein urinnya yang rendah, dan sebagainya.

“Jika terjadi masalah seperti itu makan akan terus berkepanjangan. Maka dari itu kita harus menjaga hal itu sejak dini, mulai dari pihak remaja dan pelajar ini, khususnya putri, tidak terkecuali di SMAN 1 Tirta ini. Perlu diketahui sebelum dipatenkan produk martabak kelor ini, kami uji coba pada mahasiswi tingkat akhir di UHO yang kekurangan HB. Setelah 3 Minggu rutin mengkonsumsi martabak kelor ini, HB mereka itu menjadi normal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepsek SMAN 1 Tirta, La Badi menyebut pihaknya sangat mendukung program Pemerintah terkait penanganan stunting.

“Dimana hari ini adalah Sekolah kami bagian dari mendukung program itu, dan mengedukasi para siswa dan pencegahan stunting, dikemas dengan pelatihan pembuatan martabak yang bahan bakunya dari daun kelor. Sebab daun kelor sangat banyak di jumpai di pekarangan-pekarangan rumah maupun di Kebun, tentunya banyak mengandung gizi dan zat besi,”

Ia juga berharap pada siswa-siswanya yang telah mengikuti pelatihan tersebut agar bisa mengaplikasikannya pada keluarga maupun di tengah-tengah masyarakat.

“Saya berharap pada mereka agar bisa turut mengedukasi pada lingkungan keluarga maupun masyarakat luas tentang pencegahan stunting, dan mengena proses pembuatan martabak kelor ini semoga bisa menjadi produk yang disukai di masyarakat kalau bisa dipasarkan juga,” harap La Badi.

Reporter: Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *