KENDARI, TP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas yang terletak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggra (Sultra) rencananya bakal dijadikan Rumah sakit (RS) pusat rujukan di wilayah Indonesi Timur.
Namun upaya tersebut mendapat kritikan dari Gubernur Sultra, ali Mazi. Menurut Ali Mazi, RSUD Bahteramas Masi kurang layak untuk dijadikan RS rujukan Indonesia Timur.
Sebab, masih banyak serangga jenis lalat yang terlihat beterbangan di beberapa titik area rumah sakit, akibat sampah plastik. Selain itu, di RS tersebut juga masih kekurangan peralatan bedah.
Padahal, status RSUD Bahteramas saat ini sudah Akreditasi Paripurna (Bintang 5) oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). RSUD tersebut juga masuk kategori sebagai Rumah Sakit Pendidikan Kelas B dan berfungsi sebagai Rumah Sakit Pendidikan bagi dokter, dan tenaga kesehatan lainnya.
Direktur RSUD Bahterahmas, Hasmudin yang dikonfirmasi Triaspolitika.id membenarkan pernyataan Gubernur Ali Mazi yang mengatakan RSUD Bahteramas kurang layak saat berkunjung beberapa waktu lalu.
Dikatakan Hasmudin, Gubernur menyatakan hal demikian dikarenakan saat itu terlihat beberapa yang menjadi sumber ke tidak layakan RSUD Bahteramas sebagai rumah sakit rujukan di Sultra.
“Ia benar kunjungan pak gubernur pada saat itu terlihat ada titik area terlihat nampak lalat dan sampah plastik. Itu juga dikarenakan musim hujan kala itu. Apalagi, alat-alat operasi bedah yang saat ini masi kurang. Tetapi, itu semua sudah kami benahi, dan alat-alat untuk operasi bedah juga sudah kami lengkapi,” kata Hasmudin, pada Triaspolitika.id, Selasa, (4/5/2021).
Dikatakan Hasmudin, RUSD Bahteramas saat ini sudah mendapatkan predikat paripurna bintang 5 dari Komite Akreditas Rumah Sakit.
Sertifikat predikat rumah sakit Tingkat Paripurna Bintang 5 . Rumah sakit bahteramas tahun 2019
”Predikat bintang lima adalah predikat paling teratas untuk penilaian layaknya Rumah Sakit,” terangnya.
Selain itu kata Hasmudin, tenaga perawat medis hingga Dokter ahli di RSUD tersebut juga sudah menyiapkan semua fasilitas serta pelayanan sudah tingkatkan.
“Kami utamakan sistem pelayanan yang prima, perawatan juga kami lakukan dengan baik. Jadi kalau ada wacana yang tak sesuai di masyarakat itu kiranya agak kurang Pas untuk di ucapkan,” katanya.
Hasmudin mengatakan, di kepemimpinannya membawahi RSUD Bahteramas selama ini, selalu melakukan evaluasi terhadap manejemen RSUD. Mulai dari kebutuhan pasien, hingga lain-lainya.
“Kami selalu menjaga nama baik RSUD Bahteramas sebagai rumah sakit yang menjadi RSUD Rujukan di Sultra, agar kedepan bisa menjadi RSUD Rujukan se Indonesia Timur. Oleh nya itu saya harus selalu mengevaluasi kinerja para perawat dan dokter – dokter yang ada,” ucapnya.
Selain itu kata Hasmudin, ia juga kerap melakukan evaluasi agar menjadi RSUD yang betul-betul menjadi harapan masyarakat.
Dari fasilitas secara kelayakan RSUD Bahteramas lanjut dia, sudah menggunakan fasilitas dan peralatan medis yang modern. Hal tersebut guna menunjang kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan dan pesatnya perkembangan teknologi.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika RSUD Bahteramas juga ditunjang dengan dokter-dokter yang berpengalaman dan kompeten sesuai keahliannya.
Sedangkan fasilitas dan pelayanan medis seperti alat Cathlab, CT Scanm Hemodialisis, USG 4 Dimensi, Laparascopy Digestive, alat ventilator juga merupakan alat terbaru.
”Fasilitas penunjang antara lain ruangan Kemoterapi, Hemodialisa, Kateterisasi Jantung, PICU, Laboratorium Klinik, Bedah Sentral,” juga sudah kita miliki. Jadi RSUD Bahteramas sudah menyiapkan segala keperluan penunjang kebutuhan bagi masyarakat. Insya Allah kedepan tidak akan ada lagi yang menjadi hambatan bagi para pasien,” pungkasnya.