Relawan Gaza: Palestina Masih Harapkan Dukungan Penuh dari Indonesia

waktu baca 3 menit

BOGOR, TRIASPOLITIKA.ID – Relawan Gaza alumni Pondok Pesantren Al-Fatah, Rifki Rafi’ul Haq, menyampaikan bahwa Palestina saat ini masih sangat membutuhkan dukungan penuh dari bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan mereka dari penjajahan Yahudi Israel.

“Dukungan apa pun yang kita berikan, baik itu melalui doa, donasi, ataupun boikot terhadap produk-produk yang mendukung zionisme, sangat berarti bagi mereka. Itu semua bisa menambah semangat mereka dalam menghadapi penjajahan yang terus berlangsung,” kata Fikri dalam acara berbagi pengalaman di Masjid At-Taqwa, Cileungsi, Bogor, Rabu (13/11/2024).

Fikri, yang menjadi relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza sejak 2020, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi di Gaza semakin memprihatinkan akibat serangan terus-menerus dan blokade zionis (penjajah) Israel, semangat juang rakyat Palestina tetap tinggi.

Selama lebih dari 400 hari, ia menyaksikan penderitaan warga Gaza yang dipaksa mengungsi berulang kali oleh tentara zionis, berpindah dari Gaza Utara ke Gaza Selatan dengan hanya sedikit pakaian dan makanan yang terbatas. Meski menghadapi kondisi yang sangat berat, semangat mereka untuk mempertahankan tanah air dan Masjid Al-Aqsha tetap kuat.

“Mereka percaya bahwa Palestina adalah tanah air mereka, dan Masjid Al-Aqsha adalah milik umat Islam. Oleh karena itu, perjuangan untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha dan mengakhiri penjajahan ini harus terus kita suarakan,” tegas Fikri Rafi’ul Haq.

Ia juga menyampaikan pesan dari warga Gaza yang berharap agar umat Islam di seluruh dunia, khususnya Indonesia, terus mendoakan dan mendukung perjuangan mereka hingga Palestina merdeka, lepas dari penjajahan Israel.

Senada dengan Fikri, Reza Ardilla Kurniawan, relawan asal Kalimantan yang juga alumni Pondok Pesantren Al-Fatah, menambahkan bahwa meskipun hampir 90 persen masjid di Gaza hancur akibat serangan udara Israel sejak 7 Oktober 2023, semangat umat Islam di Gaza untuk tetap melaksanakan ibadah tidak luntur, iman mereka tetap kokoh.

“Meski masjid-masjid sudah rata dengan tanah, mereka tetap sholat di sela puing-puing masjid atau bahkan di bawah tenda-tenda musholla dengan lantai pasir yang panas. Itu semua menunjukkan betapa kuatnya iman mereka,” ujar Reza, yang sudah berada di Gaza sejak 2012.

Kondisi tersebut, menurut Reza, juga memotivasi dirinya untuk terus istiqomah dalam beribadah sholat berjama’ah di masjid. “Melihat semangat mereka, kita yang berada di Indonesia harusnya lebih bersyukur dan terus menjaga ibadah kita, termasuk menjaga sholat berjamaah di masjid,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya untuk terus menyuarakan isu Palestina, agar dunia tidak melupakan penderitaan rakyat Gaza. “Kita tidak boleh diam. Jika kita diam, itu berarti kita membiarkan kekejian yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap rakyat Palestina.”

Kedua relawan, Fikri dan Reza, kembali ke Indonesia pada Selasa (12/11/2024) malam, dan disambut dengan hangat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, oleh masing-masing orang tua mereka disertai perwakilan Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, pimpinan UAR, dan presidium Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C).

Editor: Akbar