PWI, TNI-Polri dan Tenaga Medis Bagikan 2.000 Masker untuk Warga Baubau

waktu baca 3 menit
BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Baubau bersama sejumlah instansi membagikan 2.000 masker kepada masyarakat di kawasan Pasar Laelangi, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/10/2026).
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi kesehatan warga di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA itu melibatkan Kodim 1413/Buton, Polres Baubau, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Baubau, Palang Merah Indonesia (PMI) Baubau, serta Dinas Kesehatan Kota Baubau.

Pembagian masker menyasar pedagang, pengunjung pasar, pengendara, dan masyarakat yang melintas. Selain membantu mengurangi paparan partikel di udara, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan saluran pernapasan ketika kualitas udara menurun.

Komandan Kodim 1413/Buton Letkol Inf. Yoni, S.Hub.Int., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi lintas sektor dalam merespons kondisi kabut asap yang meresahkan masyarakat.

“Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan karena saat ini kabut asap cukup meresahkan warga. Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, kegiatan hari ini bisa berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya.

Kapolres Baubau AKBP Noer Alam, S.I.K., turut mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

Menurut dia, kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir cukup tebal dan telah menimbulkan keluhan gangguan saluran pernapasan pada sejumlah warga.

“Beberapa hari terakhir kabut asap cukup tebal dan ada beberapa masyarakat yang mengalami gangguan saluran pernapasan. Karena itu, ke depannya kita perlu lebih mengantisipasi dengan tetap menggunakan masker,” kata Noer Alam.

Dari sisi kesehatan, Ketua IDI Baubau dr. Hasrida Hamid mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak selama kualitas udara masih terganggu.

Ia juga menyarankan warga menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan yang semakin berat.

“Kalau ada gejala-gejala yang memang memberat, misalnya sesak atau batuk yang tidak berhenti, diimbau untuk segera mencari layanan kesehatan, baik di puskesmas, dokter praktik, ataupun rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Baubau La Ode Aswarlin mengatakan pembagian masker tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi dan instansi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.

Ia menyebutkan kondisi cuaca pada Jumat mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan.

“Alhamdulillah, hari ini kondisi cuaca sudah lebih baik dari kemarin. Kita berharap kondisi ini akan kembali normal. Tetapi harapan kita, masyarakat tetap mencegah dan melindungi diri dengan menggunakan masker,” ujarnya.

Aswarlin menjelaskan, sebanyak 2.000 masker yang dibagikan merupakan bantuan dari seluruh organisasi yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kolaborasi lintas instansi itu juga akan berlanjut melalui kegiatan edukasi kesehatan dan keselamatan berlalu lintas bagi pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan lanjutan tersebut akan melibatkan IDI, PMI, personel Satuan Lalu Lintas, tenaga kesehatan, serta Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat. “Jadi ini aksi kolaborasi bersama,” tegas Aswarlin.

Melalui kegiatan tersebut, para pihak berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi udara terganggu semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga medis, organisasi kemanusiaan, dan insan pers juga diharapkan terus berlanjut dalam memberikan edukasi serta perlindungan kepada masyarakat.

  • Reporter: Ahmad