PT Vale Gelar PPM Expo 2026, Dorong UMKM Kolaka Perluas Pasar

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar PPM Expo 2026 sebagai upaya mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas akses pasar produk kelompok binaan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan bertema “Berkarya dan Berdaya Bersama PT Vale Indonesia” tersebut berlangsung di Hotel Sutan Raja, Kolaka, Sabtu (17/10), dengan menghadirkan berbagai produk unggulan dari kelompok binaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta Livelihood Restoration Program (LRP).

Head of External Relations Regional and Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan PPM Expo merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kehadiran perusahaan di wilayah operasional juga mencakup upaya meningkatkan pemberdayaan dan kualitas hidup masyarakat bersama para pemangku kepentingan lainnya,” kata Endra dalam keterangannya.

Menurut dia, kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan produk kelompok binaan dengan peluang pemasaran dan kemitraan yang lebih luas.

Ia menilai perluasan akses pasar menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan UMKM agar mampu meningkatkan daya saing, memperluas jaringan usaha, dan mendorong pertumbuhan pendapatan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa UMKM adalah salah satu tulang punggung ekonomi daerah dan nasional. Karena itu, expo ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membuka akses pasar, memperkuat jejaring, dan meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

PPM Expo 2026 menampilkan produk dari lima klaster, yakni kakao dan Kelompok Wanita Tani (KWT), pesisir dan perikanan, LRP, Bank Sampah, serta beras organik dan tanaman herbal.

Beragam produk yang dipamerkan meliputi kakao fermentasi, bubuk kakao, cokelat batangan, sambal lokal, minyak kelapa murni, aneka pangan olahan, bandeng presto, nila marinasi, abon ikan, produk daur ulang, beras organik, hingga minuman herbal.

Vale Indonesia juga berencana memperluas promosi produk UMKM binaan melalui berbagai kegiatan di wilayah operasional perusahaan di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Jakarta.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengenalan produk lokal sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dan calon mitra pemasaran.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kolaka mengapresiasi kontribusi Vale Indonesia dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kolaka, Arifin Jamal Budi Darma, Bupati Kolaka Amri Djamaluddin menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi lokal.

“Program PPM ini merupakan wujud nyata kemitraan antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Program PPM merupakan investasi bersama untuk membangun kapasitas masyarakat,” kata Arifin mengutip sambutan Bupati.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirujuk dalam sambutan tersebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka pada 2025 mencapai sekitar 6,9 persen. Sementara itu, sektor pertambangan berkontribusi sekitar 53 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.

Dalam konteks tersebut, pengembangan UMKM, pertanian, dan usaha berbasis potensi desa dinilai penting untuk memperluas kesempatan ekonomi masyarakat, sehingga pertumbuhan daerah dapat memberikan manfaat yang lebih merata.

Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk pemasaran produk, penguatan kelompok usaha, serta pengembangan sektor pertanian dan pengelolaan lingkungan.

Selain pameran produk, rangkaian PPM Expo 2026 yang berlangsung pada 10–15 Oktober 2026 di sejumlah desa dan kelurahan tersebut turut diisi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan itu antara lain lomba masakan daerah Kolaka, lomba mewarnai untuk anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK), pelatihan pengolahan hasil perikanan, kerajinan daur ulang, serta pengembangan produk olahan kakao.

Sebanyak 50 anak dari keluarga kelompok binaan mengikuti lomba mewarnai bertema lingkungan, keasrian desa, dan pohon kakao.

Di bidang pengelolaan lingkungan, pengurus dan nasabah dari 13 Bank Sampah Unit turut berpartisipasi mengembangkan produk daur ulang yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Melalui program tersebut, Vale Indonesia berharap pemberdayaan masyarakat dapat berjalan berkelanjutan dengan memperkuat potensi lokal, meningkatkan kemandirian usaha, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(*)