PT Vale dan Pemkab Kolaka Perkuat Edukasi Pencegahan DBD dan TBC di Baula
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Bersama Pemerintah Kecamatan Baula dan Puskesmas Baula, PT Vale menggelar program promosi kesehatan serta sosialisasi pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC) kepada masyarakat Desa Baula, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program “Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya” yang menyasar masyarakat di wilayah lingkar tambang. Edukasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Desa Baula menjadi lokasi ketujuh dalam rangkaian program sosialisasi kesehatan yang ditargetkan menjangkau seluruh wilayah Ring 1 perusahaan.
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat keluarga maupun lingkungan permukiman.
Pencegahan Dimulai dari Lingkungan Keluarga
Senior Operasional & Risk PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Felix, mengatakan keberhasilan perusahaan tambang tidak semata-mata diukur dari kinerja operasional dan pencapaian produksi.
Menurut dia, perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung kualitas kesehatan di sekitar wilayah operasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyegarkan kembali pemahaman dan kewaspadaan warga. Pencegahan DBD tidak bisa ditawar lagi dan harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas. Di samping itu, kami juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini dan tindakan pencegahan terhadap penularan TBC,” ujar Felix.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah munculnya penyakit menular.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat hanya dilakukan ketika terjadi kasus. Kebiasaan menjaga kebersihan harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama dalam mengurangi tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Hal serupa berlaku terhadap pencegahan TBC yang membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan sedini mungkin.
Baula Pernah Hadapi Kasus DBD
Camat Baula, Syahrial Darmawan, mengapresiasi perhatian dan langkah PT Vale Indonesia dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Ia menilai sosialisasi secara berkala penting dilakukan sebagai upaya menjaga kewaspadaan masyarakat, terlebih wilayah Baula pernah menghadapi kasus DBD yang menyebabkan korban jiwa sekitar dua tahun sebelumnya.
“Meskipun pada tahun ini belum ditemukan laporan kasus baru DBD di wilayah kita, pencegahan tidak boleh kendor dan harus terus digalakkan secara rutin,” ujar Syahrial.
Ia meminta masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya menerima informasi untuk kepentingan pribadi, tetapi juga meneruskannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kami sangat mengimbau para peserta yang hadir hari ini untuk tidak sekadar menyerap informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Ingatkan keluarga, tetangga, dan kerabat untuk selalu menjaga kebersihan,” tegasnya.
Menurut Syahrial, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari sistem pencegahan penyakit. Semakin banyak warga memahami langkah pencegahan dan mampu menerapkannya, semakin besar pula peluang terciptanya lingkungan permukiman yang sehat.
Dorong Deteksi Dini
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Baula bersama Puskesmas Baula juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit.
Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi secara mendadak atau munculnya bintik merah yang dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.
Untuk TBC, masyarakat juga diimbau memperhatikan gejala seperti batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Deteksi dini dinilai penting agar masyarakat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kondisi yang dialami.
Selain mendorong pemeriksaan, edukasi mengenai TBC juga menjadi bagian penting untuk mengurangi stigma dan meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa penyakit tersebut membutuhkan penanganan medis serta dukungan lingkungan.
Kolaborasi Jadi Kunci
Program promosi kesehatan di Desa Baula menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat.
PT Vale melalui program Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya berupaya menjadikan edukasi kesehatan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan di wilayah lingkar tambang.
Sementara itu, pemerintah kecamatan dan Puskesmas memiliki peran dalam memastikan informasi kesehatan dapat diterima masyarakat sekaligus mendorong warga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan ketika membutuhkan pemeriksaan.
Bagi masyarakat, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada penerapan informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, mengurangi tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, hingga segera melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala penyakit merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, upaya pencegahan DBD dan TBC diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya di wilayah sekitar operasional PT Vale IGP Pomalaa.







