Prodia Raih SBBI Award, Tegaskan Komitmen Hadirkan Layanan Kesehatan Berkualitas

waktu baca 4 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Di tengah perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin bergeser ke ranah digital, perjalanan seseorang dalam memilih layanan kesehatan kini dapat dimulai jauh sebelum datang ke fasilitas kesehatan. Mencari informasi melalui mesin pencari, melihat konten edukasi di media sosial, hingga mempertimbangkan pengalaman digital sebuah brand menjadi bagian dari proses masyarakat dalam menentukan pilihan. Kondisi ini mendorong perusahaan, termasuk di industri kesehatan, untuk tidak hanya menghadirkan layanan berkualitas, tetapi juga mampu membangun kehadiran digital yang relevan dan mudah dijangkau masyarakat.

Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia). Komitmen Prodia dalam memperkuat ekosistem digital kembali mendapatkan apresiasi melalui penghargaan Best Brand Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 untuk kategori Prodia sebagai Best Brand Laboratorium Klinis, yang diselenggarakan oleh Solopos Media Group. Penghargaan ini diterima oleh Rambu Beppy Hamuaty, Area Commercial Manager Central Java, East Java, Bali & Nusa Tenggara Area Prodia, bersama Ida Yosefa, Branch Manager Solo, dan Novi Hastuti, Area Commercial Supervisor Solo, pada 17 Juli 2026 di The Alana Hotel Colomadu, Karanganyar.

Keberhasilan ini menjadi momentum bagi Prodia untuk terus memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong perusahaan agar senantiasa menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Mengusung tema “Winning Value, Driving Impact”, SBBI Awards 2026 memberikan apresiasi kepada brand dan perusahaan yang dinilai mampu membangun nilai, menghadirkan inovasi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penilaian penghargaan ini didasarkan pada riset performa digital melalui lima indikator utama, yaitu Website Market Share, AI Visibility, Instagram Performance, TikTok Performance, dan Google Search Performance. Prodia meraih skor total 48,70, tertinggi pada kategori Laboratorium Klinis, yang mencerminkan kekuatan ekosistem digital dan reputasi positif Prodia di berbagai kanal digital.

Bagi Prodia, pencapaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang dalam menghadirkan layanan diagnostik dan kesehatan yang dapat diandalkan masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, Prodia terus melakukan berbagai inovasi, baik melalui pengembangan layanan pemeriksaan, pemanfaatan teknologi digital, maupun peningkatan pengalaman pelanggan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang semakin mudah, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhannya.

Penghargaan Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Award 2026 sekaligus menjadi motivasi bagi Prodia untuk terus melangkah ke depan dan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Dengan semangat untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan, Prodia berkomitmen untuk tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam memahami dan menjaga kesehatan secara lebih baik.

Tentang  Prodia Health Care

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga 31 Maret 2026, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 395 outlet, di 82 kota, 112 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre, dan Prodia Senior Health Centre.
Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.