Polri Dukung Ketahanan Pangan, Produksi Jagung Indonesia Meningkat di Triwulan Pertama 2025 

waktu baca 3 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam produksi jagung pada triwulan pertama tahun 2025.

Berdasarkan hasil survei KSA Jagung Februari 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada April 2025, produksi jagung tongkol kering panen (JTKP) mencapai 9.032.262 ton, meningkat 48,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 6.083.506 ton.

Meskipun angka tersebut masih bersifat sementara, data ini menunjukkan potensi peningkatan lebih besar dalam beberapa bulan mendatang, sekaligus memperkuat harapan untuk swasembada jagung nasional.

Peran Polri dalam Mendorong Ketahanan Pangan 

Kenaikan produksi jagung tidak terlepas dari sinergi antara Polri, pemerintah, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan sektor swasta.

Melalui Gugus Tugas Mendukung Ketahanan Pangan, Polri aktif menggerakkan masyarakat dan petani untuk menanam jagung dalam program terintegrasi dengan berbagai pihak terkait.

Polri juga mengawal Perum Bulog untuk menyerap hasil produksi jagung petani, sesuai harga yang telah ditetapkan Badan Pangan Nasional, yaitu Rp 5.500 per kilogram di tingkat petani.

Dalam rapat analisis dan evaluasi (Anev) yang digelar pada Senin, 28 April 2025, pertemuan dipimpin oleh:

– Irjen Pol. Anwar (As SDM Kapolri).  

– Irjen Pol. Suwondo Nainggolan (As Logistik Kapolri).  

– Irjen Pol. Edy Murbowo (Kakorbinmas Baharkam Polri).  

– Brigjen Pol. Langgeng Purnomo (Wakaposko Gugus Tugas & Karobinkar SSDM Polri).  

Pertemuan ini diikuti secara daring dan luring oleh seluruh jajaran Polri, termasuk Wakapolda, Karo SDM, Dirbinmas, Dansat Brimob, serta para Kapolres se-Indonesia.

Kapolri Apresiasi Kinerja Polri 

Kapolri melalui As SDM Kapolri, Irjen Pol. Anwar, mengapresiasi peran aktif jajaran Polri dari Mabes Polri hingga Polsek dalam mendukung ketahanan pangan jagung.

“Jika setiap tiga bulan produksi meningkat 2–3 ton dibandingkan tahun lalu, maka Indonesia bisa mencapai swasembada jagung pada tahun 2025 dan mengurangi ketergantungan impor,” ujar Irjen Pol. Anwar.

Kapolri juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang mempercayakan Polri sebagai mitra strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Kementerian Pertanian tetap menjadi leading sector, sementara Polri berperan sebagai penggerak dan perekat sumber daya nasional. Peningkatan produksi jagung ini adalah hasil dari kerja sama yang kuat antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat,” tambahnya.

Lonjakan Produksi Berdampak pada Ketersediaan Gudang 

Lonjakan produksi jagung tahun ini memberikan dampak pada ketersediaan gudang penyimpanan. Dalam rapat Anev, Aslog Kapolri Irjen Pol. Suwondo Nainggolan mengungkapkan bahwa Polri telah diminta oleh Presiden Republik Indonesia untuk turut serta dalam menanggulangi kekurangan gudang penyimpanan akibat lonjakan panen.

“Melaksanakan perintah Presiden Prabowo Subianto, Polri melalui Slog bersama Perum Bulog akan memanfaatkan gudang Polri sebagai gudang sementara untuk menampung hasil panen jagung.

Kami juga sedang merencanakan pembangunan gudang jangka panjang di tanah Polri di seluruh Indonesia,” jelas Irjen Pol. Suwondo Nainggolan.

Dengan langkah ini, Polri semakin menegaskan perannya dalam ketahanan pangan nasional, membantu memastikan bahwa lonjakan hasil panen dapat dikelola dengan baik, serta mendukung Indonesia menuju swasembada jagung.

Reporter: Dedi