Pemuda 18 Tahun Tewas Ditikam di Baubau, Polisi Buru Pelaku
BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Seorang pemuda berinisial AR (18) meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman menggunakan senjata tajam di Jalan Murhum, Kelurahan Nganganumala, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu dini hari (21/10/2026).
Korban mengalami luka tusuk di bagian dada kiri, dekat organ jantung. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Palagimata untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawa korban tidak tertolong.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WITA. Saat itu, korban bersama rekannya berinisial F mendatangi sebuah kios yang beroperasi selama 24 jam di seberang Toko Rizal Karpet untuk meminta kardus sebagai alas tidur.
Ketika hendak kembali, seorang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam melintas dari arah Yustisari.
Korban yang mengira pengendara tersebut adalah rekannya kemudian menyapa. Namun, pria itu justru menghentikan kendaraannya, memarkir sepeda motor, lalu mendekati korban dan menikam dada kiri korban menggunakan senjata tajam.
Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah Yustisari. Dalam kondisi terluka dan bersimbah darah, korban sempat berlari meminta pertolongan kepada rekannya yang berinisial A di sekitar lokasi kejadian. Korban kemudian dibawa menggunakan sepeda motor ke Rumah Sakit Palagimata.
Namun, korban dinyatakan meninggal dunia beberapa menit setelah mendapatkan penanganan medis.
Pasca-kejadian, situasi di sekitar Simpang Yustisari sempat memanas. Sekitar 30 warga dan kerabat korban berkumpul di lokasi dan berencana menggelar aksi protes dengan membakar ban bekas untuk mendesak polisi segera menangkap pelaku.
Personel gabungan Polsek Wolio dan Polres Baubau kemudian diterjunkan untuk mengamankan situasi. Petugas yang dipimpin Kasat Samapta Polres Baubau AKP Yusri bersama Kapolsek Wolio AKP Muh. Rusdi, melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga korban dan warga guna mencegah terjadinya tindakan anarkis.
Kasi Humas Polres Baubau mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara tersebut kepada kepolisian.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan keluarga korban agar menahan diri, tidak terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu kamtibmas,” katanya.
Ia mengatakan, tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal, Intelkam Polres Baubau, dan Polsek Wolio tengah melakukan penyelidikan intensif serta mengejar pelaku.
“Kami pastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan agar perkara ini segera terungkap,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Baubau AKBP Noer Alam mendatangi rumah duka korban di Lorong Yustisari, Lingkungan Kanakea, Kelurahan Nganganumala, untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.
Hingga berita ini diterbitkan, jenazah korban masih disemayamkan di rumah duka. Aparat gabungan juga tetap bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sementara upaya penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung.
- Reporter: Ahmad







