Pemkab Kolut Pacu Operasional KDKMP, 45 Gerai Siap Beroperasi
KOLUT, TRIASPOLITIKA.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), terus mendorong percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar segera menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Hal itu disampaikan Jumarding saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Operasional KDKMP Tahun 2026 di Kecamatan Lasusua, Rabu (15/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Jumarding menekankan pentingnya kesiapan pengelolaan koperasi, mulai dari tata kelola kelembagaan, pengawasan aset, pengelolaan keuangan, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan KDKMP harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, koperasi tidak cukup hanya dibentuk dan memiliki bangunan gerai, tetapi juga harus mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“KDKMP harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kepala desa dan lurah juga harus berperan aktif melakukan pengawasan terhadap aset, keuangan, serta pelayanan koperasi agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pinta Jumarding.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rakor, dari total 133 desa dan kelurahan di Kabupaten Kolaka Utara, sebanyak 70 gerai KDKMP telah terbangun. Dari jumlah tersebut, 45 gerai dilaporkan siap beroperasi.
Sementara itu, sebanyak 63 desa dan kelurahan lainnya masih belum memiliki gerai, terutama karena terkendala ketersediaan lahan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya percepatan operasional KDKMP. Koordinasi lintas sektor diperlukan agar kendala di lapangan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Jumarding juga mengingatkan pentingnya peran kepala desa dan lurah dalam memastikan kesiapan koperasi, termasuk mendorong pengelolaan usaha yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat setempat.
Dorong Sinergi dengan BUMDes
Selain percepatan operasional, Pemkab Kolaka Utara turut mendorong sinergi KDKMP dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi desa melalui pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi lokal,” ujar Jumarding.
Menurutnya, sejumlah komoditas yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan antara lain kakao, cengkeh, kelapa, serta hasil perikanan.
Potensi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pemasaran produk lokal, memperkuat rantai distribusi, serta membuka peluang usaha bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Koperasi harus mampu melihat dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap desa. Dengan bersinergi bersama BUMDes, produk unggulan masyarakat diharapkan memiliki akses pemasaran yang lebih luas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM,” pungkasnya.
Rakor tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM, jajaran TNI, kepala desa dan lurah, serta pengurus dan manajer KDKMP se-Kabupaten Kolaka Utara.
- Reporter : Fyan







