oleh

Pemda Mubar Dianggap Tidak Responsif atas Tuntutan, FRK Berikan Ultimatum Keras

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Front Rakyat Kampobalano (FRK) menggelar unjuk rasa terkait dengan tuntutan perbaikan/pengaspalan jalan Wuna – Laworo dan Jalan Ondoke – Kantor Bupati Mubar. Selasa lalu (12/10/2021).

Pasca unjuk rasa tersebut FRK melalui jenderal lapangan aksi Yasin La Daisai menganggap perlu untuk menyampaikan beberapa hal.

Yang pertama kata dia adalah, bahwa tuntutan FRK terkait perbaikan (pengaspalan) jalan Poros Wuna – Laworo dan Jalan Ondoke – Kantor Bupati Muna Barat, belum mendapatkan kepastian dari pemerintah Muna Barat sebagai eksekutor.

“Yang kedua, Bahwa kami Rakyat Kampobalano sangat menyayangkan sikap dari pejabat berwenang di lingkup pemerintah Muna Barat yang tidak responsif dan tidak menyambut kedatangan rakyat Kampobalano di Kantor Bupati Muna Barat dalam rangka menyampaikan tuntutannya”, jelas Yasin La Daisai melalui Press releasenya, Rabu (13/10/2021).

Kemudian Yasin La Daisai menambahkan point yang ketiga, Bahwa kami Rakyat Kampobalano menganggap perlu untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada Bupati Muna Barat, agar Rakyat Kampobalano mendengarkan secara langsung komitmen dan janji dari pemerintah Muna Barat akan kepastian penyelesaian perbaikan jalan Wuna – Laworo dan Jalan Ondoke – Kantor Bupati Muna Barat.

Komitmen dan janji ini penting, sebagai pegangan dan sebagai dasar bagi Rakyat Kampobalano untuk menagih apa yang dijanjikan. Dan kami Rakyat Kampobalano berharap ini adalah komitmen dan janji terakhir yang harus ditepati dan direalisasikan.

“Point yang terakhir adalah Bahwa kami Rakyat Kampobalano menyampaikan ultimatum kepada pemerintah Muna Barat, apabila sampai hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2021, Bupati Muna Barat tidak bertemu atau tidak menemui kami Rakyat Kampobalano. Maka kami Rakyat Kampobalano akan melakukan blokade dan menutup akses menuju Kantor Bupati Muna Barat pada hari Senin tanggal 18 Oktober 2021”, tegas Yasin La Daisai.

Diketahui pada aksi unjuk rasa yang digelar FRK saat di kantor Bupati, mereka hanya diterima oleh asisten III La Ode Aka.

Menurut La Ode Aka, Bupati Mubar saat itu sedang melakukan perjalanan dinas di Kota Bau-bau.

Reporter: Dedi

Komentar

BERITA PILIHAN