Ormas Wolo Dukung Keberlanjutan Investasi PT CNI, Soroti Dampak Ekonomi Masyarakat

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Sebanyak 10 organisasi masyarakat (ormas) lokal dan adat di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan investasi PT Ceria Nugraha Indotama (CNI).

Mereka juga mengecam tuntutan pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan tersebut yang disampaikan dalam konferensi pers Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH-AP) Muhammadiyah.

Perwakilan ormas menilai keberadaan PT CNI berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Wolo.

Karena itu, mereka meminta setiap tuntutan terkait keberlangsungan perusahaan mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi bagi warga yang menggantungkan mata pencaharian pada aktivitas perusahaan dan mitra usahanya.

Ketua Forum Masyarakat Ulu Wolo-Lalonggopi (Formula), Kasnuddin Arif, mengatakan sikap bersama tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat lokal terhadap pihak-pihak yang dinilai mendiskreditkan perusahaan tanpa mempertimbangkan kepentingan warga secara menyeluruh.

“Sikap bersama ini merupakan bentuk penolakan terhadap intervensi kelompok-kelompok berkepentingan dari luar yang kami nilai mendiskreditkan CNI, tanpa mempertimbangkan secara menyeluruh aspirasi dan kepentingan masyarakat lokal,” kata Kasnuddin mewakili ormas se-Kecamatan Wolo, Jumat (23/10/2026).

Sepuluh organisasi yang terlibat dalam konsolidasi tersebut yakni Ormas MATA Wolo, FORMAPI, PERKASA, FORMABES, FORMULA, Tamalaki Sangia Mekongga, Tamalaki Bunduwula Tebawo, Tamalaki Kinea Mekongga, Tamalaki Sangia Nilulo, dan Tamalaki Polapi Wonua Mekongga.

Menurut Kasnuddin, aktivitas PT CNI selama ini turut menggerakkan perekonomian warga. Sejumlah usaha masyarakat, mulai dari kios, usaha kuliner, kedai kopi hingga pasar sore di Kelurahan Wolo dan Desa Muara Lapao-Pao, berkembang seiring dengan aktivitas ekonomi perusahaan.

Selain menggerakkan usaha masyarakat, keberadaan perusahaan dan mitra usahanya juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga setempat.

Atas dasar itu, para perwakilan ormas menilai tuntutan pencabutan IUP perlu dikaji secara menyeluruh agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Meski menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan investasi, Kasnuddin menegaskan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Menurut dia, persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, tanpa mengabaikan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Mereka juga menyinggung pengembalian kerugian negara oleh PT CNI sebagai salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam konteks perkara.

Namun, mereka menegaskan penanganan perkara tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan. Namun, jangan sampai persoalan hukum dijadikan alasan untuk mengorbankan kepentingan ekonomi masyarakat secara kolektif. Pemerintah harus mengambil keputusan secara adil, objektif, dan proporsional dengan mempertimbangkan seluruh dampaknya,” ujar Kasnuddin.

Ia berharap pemerintah memberikan ruang yang seimbang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan aspirasi, termasuk masyarakat yang merasakan langsung dampak ekonomi dari keberadaan investasi PT CNI.

Menurut dia, aspirasi warga setempat perlu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan kebijakan terkait masa depan perusahaan, tanpa mengesampingkan proses hukum yang berlaku.

Ormas Wolo Berkomitmen Menjaga Investasi

Dalam konsolidasi tersebut, 10 ormas lokal dan adat se-Kecamatan Wolo juga menegaskan komitmen untuk mendukung keberlanjutan kegiatan usaha PT CNI.

Kasnuddin mengatakan komitmen itu didasarkan pada manfaat ekonomi yang selama ini dirasakan masyarakat dari aktivitas perusahaan. Ia menyebut ormas lokal dan adat siap berperan dalam menjaga iklim investasi di wilayah tersebut.

“Komitmen ini kami buat karena kehadiran PT CNI dampaknya jelas dan telah dirasakan. Selain itu, kami akan menjadi garda terdepan menjaga investasi ini, sebab keberadaannya memang membawa efek positif,” tegasnya, yang diamini perwakilan ormas lainnya.

Bagi masyarakat Wolo, lanjut Kasnuddin, persoalan PT CNI tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan sebuah perusahaan, tetapi juga menyangkut mata pencaharian warga, aktivitas usaha lokal, dan perputaran ekonomi di wilayah tersebut.

Karena itu, mereka berharap setiap keputusan terkait perusahaan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan aspek hukum, kepentingan masyarakat, serta dampak sosial dan ekonomi bagi warga setempat.

  • Reporter: A. Jamal