Moeldoko Kunker di Butur, Bupati Jelaskan Potensi Tambang Aspal

waktu baca 2 menit
Bupati Buton Utara, Muh. Ridwan Zakariah saat memberikan sambutan dalam acara Ramah Tamah dengan Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko berasama romboang di Rujab Bupati, Senin (17/10/2022).

BUTUR, TRIASPOLITIKA.ID – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menggelar Kunjungan kerja di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, pada Senin, (17/10/2022). Kunjungan perdana Moeldoko diterima langsung oleh Bupati Butur Ridwan Zakariah, di rumah jabatan Bupati.

Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan tersebut dalam rangka peninjauan rencana pembangunan Bandara Udara di Butur.

Selain itu, mantan Panglima TNI 2013 hingga 2015 ini, juga dijadwalkan bakal meninjau hutan mangrove yang ada di wilayah tanah merah.

Dihadapan rombongan Kepala Staf Kepresidenan, Ridwan Zakariah menuturkan, bahwasanya kunker Moeldoko di Butur merupakan kehormatan bagi masyarakat Buton Utara.

“Walaupun ditengah aktivitas kesibukan bapak KSP (Moeldoko) yang begitu padat, namun masih menyempatkan diri hadir bersama kita. Ini merupakan kehormatan kami dan seluruh masyarakat Buton Utara, karena kami yakin tidak semua daerah mendapat perhatian dan kunjungan kerja seperti saat ini,” ujar Ridwan.

Ridwan tak lupa menjelaskan sekilas profil geografis Kabupaten Buton Utara. Menurutnya, Kabupaten Buton Utara memiliki potensi sumber daya alam, baik di sektor pertanian, perikanan dan kelautan maupun potensi pertambangan yang ada.

Menurut Bupati, sektor pertanian menjadi penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Butur.

“Kami bersama masyarakat secara masif melakukan pengembangan jagung kuning, padi ladang, kedelai dan rencana pengembangan sektor peternakan,” tuturnya.

Sementara itu, sektor perikanan dan kelautan, kata dia, pihaknya kini melakukan pengembangan budidaya Lobster serta rumput laut, dan diprediksi dapat menjadi program unggulan Butur kedepannya. Meski begitu, komoditi lainnya tak luput dari perhatian pemerintah.

Lebih dalam, Ia menuturkan, Buton Utara juga memiliki hutan mangrove yang luasnya mencapai 17.754 Hektare, sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata mangrove yang terintegrasi dengan sektor lainnya.

Selanjutnya, Ridwan menjelaskan, potensi lain yang terdapat di Butur adalah cadangan Aspal yang belum dikelola. Menurutnya, hal ini sangat strategis ketika adanya kebijakan pemerintah pusat untuk menjadikan aspal di pulau Buton sebagai bahan utama penggunaan aspal dalam negeri.

“Tentu hal ini kami sangat mengharapkan komitmen pemerintah pusat untuk dapat memanfaatkan secara nasional potensi aspal di pulau Buton,” ungkapnya.

Terakhir, Ia menuturkan, berdasarkan perhitungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), jumlah aspal Buton sebesar 3 Milyar 835 Juta Ton. Dari total cadangan tersebut terdapat di Buton Utara sebesar 1 Milyar 513 Juta Ton atau 39,45 Persen. Sehingga peluang Buton Utara untuk menjadi Sentra Industri pengolahan aspal sangat besar.

“Sekali lagi, kami sangat berharap dengan kehadiran bapak Kepala Staf Kepresidenan untuk mendukung pembangunan kabupaten Buton Utara sebagai ikhtiar percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Zual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *