oleh

Madilaa: Dua Tahun Anda Belum Bayar Retrebusi

KONSEL, TRIASPOLITIKA.ID – Adanya pemberitaan di salah satu media online beberapa waktu lalu terkait tudingan kepala Desa (Kades) Andoolo Utama, Suyanto terhadap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Konawe selatan (Konsel) Sulawesi tenggara yang di duga telah menerbitkan Surat keputusan (SK) yang bermuatan pungli atas penetapan target pendapatan asli daerah (PAD) retrebusi pelayanan pasar.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas (Kadis) Perindag Konsel Drs. Madilaa menyebut bahwa tudingan tersebut sangat tendensius dan bernuansa politis, ia merasa secara tidak langsung tudingan tersebut menyerang individu pribadi untuk meyudutkan dan mematikan karakternya.

“SK itu diterbitkan bukan tanpa alasan yang jelas, jadi kalau kepala Desa Andoolo utama itu menyebut ada dugaan punglinya atas SK itu, maka saya minta dia membuktikan,” ucapnya, Rabu (06/10/2021).

Madilaa mengatakan, pihaknya menerbitkan SK berdasarkan saran dan hasil koodinasi dari pihak Inspektorat Daerah, terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bertujuan untuk mengatur pendapatan dari retrebusi pasar yang aktif beroperasi di konsel.

“Perlu diketahui, dalam APBD mengenai PAD retrebusi pasar itu tidak di atur secara rinci alias gelondongan, makanya kami menerbitkan SK yang bersifat untuk mengatur retrebusi per pasarnya sebanyak 56 pasar yang aktif di konsel, jadi ini berlaku secara umum bukan hanya di pasar rakyat yang berada di andoolo utama,” ungkapnya.

Dengan adanya pemberitaan di salah satu media online yang terkesan meyudutkan dirinya, pihaknya sangat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh kepala Desa Andoolo utama, kerena yang sebenarnya tidak patuh dengan retrebusi pasar adalah mereka.

“Sejak MoU diterbitkan pada tahun 2017, Pasar andoolu utama tercatat baru menyetor retrebusi pasar selama 3 tahun, artinya bahwa di tahun 2020 dan 2021 yang sebentar lagi berakhir, ini belum sama sekali di setorkan ke rekening Bank Sultra sebagai pihak yang di tunjuk. Selanjutnya juga ini langsung masuk ke Kas Daerah (Kasda) dan tidak lagi melalui kami di Dispeindag jadi dimna letak dugaan punglinya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Andoolo utama yang coba di hubungi awak media ini melalui Via WhatsApp sampai berita ini diterbitkan belum meyampaikan tanggapanya prihal pemberitaan tersebut.

Reporter: Kasran

Komentar

BERITA PILIHAN