Lewat Operasi Katarak Gratis, PT Vale Perkuat Komitmen Sosial di Kolaka
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Komitmen terhadap kesehatan masyarakat kembali ditegaskan PT Vale Indonesia melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Perusahaan menggelar operasi katarak gratis bagi puluhan warga Kolaka, membuka kembali harapan mereka untuk melihat dunia dengan jelas. Program bertema “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya” itu berlangsung di Klinik Mata Kolaka, Kamis–Minggu (11–14/12/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kolaka yang diwakili Asisten I Mirdan Athar dan dihadiri Manajer HSOR PT Vale IGP Pomalaa Guntur Suryaning Hadi, Kadis Kesehatan Kolaka Sri Raoda Buna, Ketua IDI Kolaka dr. Muh Aris, Direktur Klinik Mata Kolaka dr. Muh Rizal Azis, serta para camat dan kepala UPTD puskesmas dari Wundulako, Baula, Pomalaa, dan Tanggetada.
Antusiasme Masyarakat Meningkat
Manajer HSOR PT Vale IGP Pomalaa, Guntur Suryaning Hadi, menegaskan bahwa pelaksanaan operasi katarak gratis ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kualitas hidup masyarakat. Program tersebut kini memasuki tahun kedua dan menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi partisipasi.
“Tahun lalu ada 40 orang yang mengikuti screening dan hanya 20 yang menjalani operasi. Tahun ini jumlah yang screening mencapai 50 orang dan 33 dinyatakan siap operasi. Ini bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat,” ujar Guntur.
Ia menambahkan, beberapa peserta bahkan merupakan pasien yang pernah menjalani operasi katarak pada tahun sebelumnya dan merasakan manfaat langsung dari layanan tersebut. “Mereka datang karena sadar bahwa operasi dilakukan oleh tenaga medis profesional dan hasilnya nyata.”
Menurut Guntur, program ini tidak hanya mengembalikan fungsi penglihatan, tetapi juga memulihkan kemandirian dan produktivitas warga. “Semua orang berhak melihat indahnya dunia. Ketika penglihatan kembali pulih, mereka bisa kembali bekerja dan berkegiatan dengan baik,” imbuhnya.
Kasus Katarak Masih Tinggi
Direktur Klinik Mata Kolaka, dr. Muh Rizal Azis, Sp.M., M.Kes., mengungkapkan bahwa katarak masih menjadi persoalan kesehatan serius di Kolaka. Setiap tahun tercatat sekitar 450 kasus baru, namun akses layanan masih terkendala ketersediaan fasilitas dan tenaga medis.
“Pelayanan BPJS untuk penyakit katarak terpusat di rumah sakit sehingga pasien menumpuk. Kami bahkan harus melayani sampai malam atau subuh,” kata Rizal.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap PT Vale atas konsistensinya membantu mengurangi angka penderita katarak di daerah itu. “Program ini memberi dampak langsung dan sangat berarti bagi masyarakat. Semoga menjadi amal jariyah.”
Pemda Apresiasi; ESG yang Nyata
Mewakili Bupati Kolaka, Asisten I Mirdan Athar menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan apresiasi mendalam atas kontribusi sosial yang berkelanjutan dari PT Vale.
“Katarak bukan hanya persoalan medis, tetapi terkait kualitas hidup masyarakat. Banyak warga kita kehilangan produktivitas karena gangguan penglihatan,” ujar Mirdan.
Menurutnya, operasi katarak gratis ini bukan sekadar kegiatan CSR, melainkan implementasi nyata prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“PT Vale tidak hanya berbicara tentang keberlanjutan, tetapi membuktikannya melalui aksi nyata di lapangan,” tegas Mirdan.
Program operasi katarak gratis ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara industri dan pemerintah mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. PT Vale menegaskan akan terus memperluas kontribusi sosialnya ke depan, seiring dengan tumbuhnya kepercayaan publik dan kebutuhan masyarakat yang semakin besar.







