KKN Desa Horongkuli Hadirkan Rocket Stove, Dorong Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Persoalan sampah rumah tangga di desa kerap bermula dari hal sederhana: belum tersedianya pilihan pengelolaan yang mudah, murah, dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) USN Kolaka di Desa Horongkuli, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa Rocket Stove.

Program tersebut dirancang sebagai salah satu alternatif untuk membantu pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Inovasi itu dikembangkan mahasiswa setelah mengidentifikasi sejumlah persoalan lingkungan di Desa Horongkuli. Rocket Stove dipilih karena memiliki konstruksi sederhana serta dapat dibuat menggunakan bahan dan komponen yang relatif mudah diperoleh.

Berbeda dengan pembakaran terbuka, Rocket Stove bekerja dengan mengarahkan aliran udara dan proses pembakaran melalui ruang bakar sehingga pembakaran dapat berlangsung lebih optimal.

Namun, mahasiswa KKN tidak hanya berfokus pada pembuatan alat. Edukasi mengenai pemilahan sampah, penggunaan alat secara aman, serta pentingnya memperhatikan dampak lingkungan juga menjadi bagian dari program tersebut.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Horongkuli, Marhamah, S.Pd., M.TESOL, mengatakan program itu merupakan bentuk inovasi mahasiswa dalam merespons persoalan yang ditemukan selama berada di tengah masyarakat.

“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan teknologi sederhana untuk membantu pengelolaan sampah,” ujar Marhamah.

Menurut dia, keberhasilan program KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana inovasi yang diperkenalkan dapat memberikan manfaat setelah mahasiswa meninggalkan desa.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Desa Horongkuli, Gangka Sabila, mengatakan pembuatan Rocket Stove merupakan salah satu program kerja yang disusun berdasarkan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami berharap Rocket Stove ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai salah satu alternatif teknologi sederhana dalam membantu pengelolaan sampah rumah tangga. Selain membuat alatnya, kami juga ingin memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Gangka.

Ia mengatakan mahasiswa berupaya agar teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti sebagai sebuah produk, tetapi dapat dipahami cara penggunaannya oleh masyarakat.

Karena itu, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pengoperasian dan perawatan Rocket Stove. Komponen yang digunakan juga dirancang agar dapat diganti apabila mengalami kerusakan atau korosi.

Langkah tersebut diharapkan membuat alat dapat dirawat dan dimanfaatkan dalam jangka waktu lebih panjang.

Kepala Desa Horongkuli, Hiqma, S.PdI, NL.P, mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN. Menurut dia, program tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan sekaligus memberikan alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kami mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN ini. Semoga inovasi Rocket Stove dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat terus dimanfaatkan dengan baik setelah kegiatan KKN selesai,” ujar Hiqma.

Program Rocket Stove menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memperkenalkan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat desa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya membuat perangkat, tetapi juga membawa pesan tentang perubahan perilaku dalam mengelola sampah.

Pemilahan sampah, pemanfaatan teknologi sederhana, serta perhatian terhadap keselamatan dan lingkungan menjadi bagian penting dari edukasi yang diberikan.

Program itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Horongkuli agar pengelolaan sampah dilakukan secara lebih terarah dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, Rocket Stove bukan sekadar inovasi yang dibawa mahasiswa selama menjalankan KKN. Alat tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk melihat bahwa persoalan lingkungan dapat dijawab melalui solusi sederhana yang lahir dari kebutuhan dan kondisi setempat.(*)