Ketua Pansus DPRD Muna Minta maaf atas Kekeliruan kepada HMI
MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Muna, Rasmin, memberikan klarifikasi terkait unggahan pada fitur story WhatsApp pribadinya yang menuai polemik. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menyindir atau menyinggung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), khususnya HMI Cabang Raha.
Rasmin juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang timbul akibat unggahan tersebut.
“Secara pribadi saya tidak pernah memiliki niat, maksud, ataupun tujuan untuk menyinggung, menyindir, atau merendahkan siapa pun, termasuk adik-adik HMI Cabang Raha. Saya mohon maaf atas kekeliruan yang terjadi,” ujar Rasmin dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan, unggahan yang menjadi sorotan tersebut merupakan ekspresi pribadi yang bersifat privat. Namun, menurutnya, narasi yang berkembang di media tidak melalui proses konfirmasi langsung kepadanya, sehingga menimbulkan persepsi yang keliru.
“Story tersebut hanya bisa dimaknai oleh saya secara pribadi. Namun ada pihak yang membangun opini seolah-olah saya merendahkan HMI, padahal tidak demikian,” katanya.
Rasmin mengungkapkan, unggahan tersebut muncul sebagai bentuk pelampiasan emosi pribadi setelah menjalani serangkaian aktivitas, termasuk audiensi dengan HMI Cabang Raha di kantor DPRD Muna, yang dilanjutkan dengan rapat bersama Inspektorat Pemerintah Daerah.
Selain itu, ia mengaku sempat merasa terancam saat dalam perjalanan pulang, karena diikuti oleh sejumlah orang tak dikenal. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan potensi ancaman terhadap dirinya.
“Dalam kondisi tersebut, saya merasa perlu mengamankan diri. Itu menjadi salah satu alasan munculnya unggahan yang bernada emosional,” jelasnya.
Rasmin menambahkan, unggahan lain yang berisi kiasan juga tidak ditujukan kepada HMI, melainkan sebagai kritik terhadap pengelolaan administrasi di lingkungan rumah sakit daerah yang tengah menjadi objek pembahasan Pansus.
Menurutnya, kiasan tersebut berkaitan dengan pentingnya profesionalisme dan tertib administrasi, khususnya dalam pengelolaan dokumen keuangan.
Ia menegaskan, hubungan antara Pansus DPRD Muna dan HMI Cabang Raha tetap berjalan baik. Bahkan, dokumentasi kebersamaan yang turut diunggah merupakan bentuk keterbukaan kepada publik bahwa Pansus tetap bekerja menerima aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.
“Tidak ada maksud sedikit pun untuk menyudutkan HMI. Justru kami membuka ruang dialog dan akan kembali mengundang adik-adik HMI dalam rapat paripurna untuk mendengarkan hasil kerja Pansus,” ujarnya.
Rasmin berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat serta menjaga hubungan baik antara DPRD dan organisasi kemahasiswaan.
- Reporter: Bensar Sulawesi







