Kajati Sultra Lelang Dua Barang sitaan milik Dua Perusahaan senilai Rp9,3 Miliar

waktu baca 2 menit
Kajati Sultra Lelang Dua Barang sitaan milik Dua Perusahaan senilai Rp9,3 Miliar.

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Kejaksaan Negeri Konawe dan Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI berhasil melaksanakan lelang barang bukti dan denda pembayaran tambang ilegal senilai Rp9.3 Milyar.

Kepala Kejati Sultra Raimel Jesaja mengatakan, perkara pidana yang melibatkan PT. Pertambangan Nikel Nusantara (PNN) dan PT. Rockstone Mining Indonesia telah berhasil disita dan dilelang barang buktinya berupa dua lot alat berat excavator, 2 lot dump truck, 2 lot articulat dump truck dengan total barang sitaan senilai Rp 7,3 miliar.

“Kejari Konawe juga telah melakukan eksekusi pidana denda terhadap terpidana PT. Natural Persada Mandiri (PNM) dalam perkara penambangan tanpa izin sebesar Rp2 Miliar. Dengan begitu, maka total keseluruhannya mencapai Rp 9,3 Miliar,” ujarnya saat konferensi pers di Aula Kantor Kejati Sultra, Selasa (8/3/2022).

Lebih lanjut, Raimel menjelaskan, barang bukti dari ketiga perusahan ilegal tersebut akan diserahkan ke kas negara karena perkara pidananya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Jadi, perkara perusahaan pertambangan tersebut bermula dari para pelaku yang melakukan pertambangan tanpa izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di kawasan hutan lindung yang tentu bertentangan dengan peraturan perundang undangan tindak pidana dalam bidang pertambangan,”katanya.

Sementara itu, Raimel menerangkan hasil pengungkapan perusahaan itu sebagai wujud keseriusan jajaran Kejati Sultra melalui Kejari Konawe bahwa telah berhasil memberikan kontribusi kepada negara.

“Dari hasil 45 lot yang dijual lelang, terdapat 6 lot diantaranya yang baru laku terjual. Yakni, 2 lot alat excavator, 2 lot dump truck serta 2 lot articulat dump truck,” terangnya.

Sambung Raimel, sisanya sebanyak 39 lot yang belum laku terjual, nantinya akan diproses lelang lagi. Sebelumnya, pada tahap pertama, kurang lebih Rp15 miliar yang sudah dilakukan lelang dan disetor ke kas negara sebagai PNBP kejaksaan Agung RI.

“Perusahaan tersebut dilaporkan pada tahun 2020 dan perkaranya inkrah di tahun 2021. Kemudian Kejari Konawe melakukan lelang barang bukti di tahun 2022,” tuturnya.

Sebelum menutup Raimel menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Sulawesi Tenggara dalam hal ini ESDM Sultra, telah mencabut izin ketiga perusahaan tambang tersebut, karena dilakukan secara ilegal.

Sebagai informasi, tiga perusahan tambang ilegal tersebut merupakan Join opersioanal (JO) PT. Bososi yang beroperasi di Desa Morombo, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara.

Reporter: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!