Jika Mengabaikan Putusan PK, Penggugat Akan Lakukan Sita Eksekusi Barang Milik PT Ifishdeco

waktu baca 2 menit
ADV Samsuddin, S.H., M.H., C.iL

KONSEL, TRIASPOLITIKA.ID – Kasus pertambangan yang melibatkan PT. Ifishdeco penggugat atas nama Hardin Silondae bergulir sejak beberapa tahun lamanya, di mulai prosesnya dari Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Pengadilan Tinggi (PT) Sultra, Kasasi Mahkamah Agung (MA) sampai terakhir dengan upaya luar biasa Peninjaun Kembali (PK).

Dari perjalanan kasus tambang yang menyeret perusahaan PT. Ifishdeco membuktikan bahwa dalam penerpan supremasi hukum di republik ini tidak pandang bulu, yang mana sampai akhirnya terbit Putusan dengan Nomor. 1032 PK/PDT/2020.

Kuasa hukum Penggugat Samsuddin, S.H., M.H., CiL saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya telah melanyangkan surat permohonan eksekusi ke Pengadilan Negeri (PN) Andoolo atas gugatan perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan PT. Ifishdeco.

 

“Hari ini tanggal 6 Desember 2021 kami telah resmi mengajukan permohonan eksekusi atas Putusan Peninjauan Kembali yang telah di ajukan oleh PT. Ifishdeco sebab putusan tersebut merupakan putusan terakhir dan harus segera di eksekusi,” ungkap Sam dengan sapaan akrabnya, Senin (6/12/2021).

Samsuddin yang juga Ketua LBH HAMI Konsel menyebut, sekedar untuk diketahui bahwa PT. Ifishdeco ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan Nikel yang berlokasi di Kecamatan Tinanggea, dimana perusahaan tersebut telah terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum serta PT. Ifishdeco di perintahkan oleh Pengadilan untuk membayar kerugian Immateril senilai 1 Milyar kepada Penggugat.

“Permohonan eksekusi telah di terima oleh Panut Perdata dan Pengadilan akan menelaah terlebi dahulu setelah dokumen lengkap maka akan di lakukan anmaning atau pemberian waktu kepada pihak perusahaan untuk menyerahkan tanah seluas 4 ha dan uang 1 milyar secara sukarela, jika tidak maka kami akan turun ke lokasi untuk melakukan sita eksekusi terhadap barang milik PT. Ifishdeco, karena kami juga telah mengantongi dokumen milik perusahaan tersebut,” imbuhnya.

Reporter: Kasran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!