Jamaah Muslimin Minta PBB Keluarkan Israel dari Keanggotaan
BOGOR, TRIASPOLITIKA.ID – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengeluarkan Israel dari keanggotaan.
Hal ini terkait dengan banyaknya tindakan Israel yang tidak sejalan dengan maksud dan tujuan didirikannya PBB, yaitu untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia, serta menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata.
Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyatakan beberapa poin penting dalam pernyataan mereka yaitu, tujuan didirikannya PBB yang saat ini beranggotakan 193 negara adalah untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia, memajukan hubungan persaudaraan antar bangsa melalui penghormatan hak asasi manusia, membina kerja sama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan, serta menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata.
Sementara itu, tindakan Israel sebagai anggota PBB tidak sejalan dengan maksud dan tujuan didirikannya PBB. Israel banyak melakukan pelanggaran dan tidak mematuhi 181 resolusi Dewan Keamanan PBB dalam pemeliharaan dan pemulihan perdamaian dan keamanan internasional.
Pembentukan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) atau Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat melalui Resolusi Majelis Umum PBB no. 302 pada 18 Desember 1949 adalah usaha untuk mewujudkan tujuan didirikannya PBB.
Kini, UNRWA berada di bawah tekanan besar dengan seruan berulang kali oleh Israel untuk membubarkan UNRWA dan pembekuan pendanaan oleh donatur, sebagaimana diberitakan di media.
Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mendesak dan menyerukan kepada PBB yang beranggotakan 193 negara secara aklamasi mengeluarkan Israel dari keanggotaan PBB.
Dengan dikeluarkannya Israel dari keanggotaan PBB, diharapkan Israel makin terkucil dari percaturan dunia dan akhirnya menghentikan kebiadaban mereka terhadap bangsa Palestina serta bangsa-bangsa lain demi kelangsungan peradaban umat manusia di muka bumi.(*)







