Istri Ditampar Hingga Luka, Suami Sebut Gegara Ajakan Intim Ditolak

waktu baca 2 menit
Ilustrasi

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Nasib sial dialami AK (42), warga asal Kecamatan Wadaga, Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra).

AK harus berurusan dengan pihak kepolisian, karena menganiaya sang istri WD (39) hingga mengalami tiga luka jahitan pada bagian bibirnya.

Pelaku mengaku terpaksa menganiaya istrinya lantaran marah, akibat sang istri menolak untuk dipeluk dan ditiduri.

Kapolsek Lawa, Iptu Paniran membenarkan peristiwa tersebut. Paniran menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban sedang menonton televisi di ruangan tamu rumah mereka.

Tiba-tiba sang suami menghampiri istri, kemudian memeluk sembari mengajaknya untuk masuk kedalam kamar.

”Saat itu korban menolak untuk dipeluk. Korban langsung masuk kedalam kamar, saat sang suami memeluk, korban kembali menolak,” jelas Kapolsek Lawa.

Pelaku yang kecewa sikap sang istri, kemudian menampar mulut korban sekali, lalu memukul paha istri sebanyak tiga kali.

”Akibatnya korban mengalami luka sobek pada bagian bibir,” terang Paniran, pada Triaspolitika.id Jumat, (28/1/2022).

Lanjut Paniran, motif lain penyebab terjadinya tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu, diduga adanya orang ketiga.

“Pengakuan korban, keributan dalam rumah tangga mereka sudah sering terjadi sejak suaminya memiliki wanita simpanan. Bahkan sang istri mengatakan, jika sang suami telah menikah siri dengan wanita lain,” terangnya.

Semenjak mengetahui sang suami memiliki wanita lain, sang istri merasa tidak betah dengan perlakuan suaminya, sehingga menolak untuk dipeluk.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, meski kerap mendapat perlakukan tidak senono dari suaminya, korban engan berani melapor ke kantor Polisi. ”Nah karena sudah tidak tahan, WD akhirnya berani melapor,” jelasnya.

Saat ini sang suami diamankan di Kantor Polsek Lawa. Pihak kepolisian juga tengah melakukan upaya mediasi secara kekeluargaan.

Reporter: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!