Dari Lorong Desa ke Ruang Pers Daerah: Memoar Perjalanan Jurnalis Muda Dekri Adriadi

waktu baca 3 menit
Dekri Adriadi

Di jazirah timur Sulawesi Tenggara, di tengah geliat pembangunan daerah dan dinamika sosial masyarakat daratan Kolaka Raya, nama Dekri Adriadi perlahan tumbuh sebagai salah satu jurnalis muda yang konsisten menapaki jalan sunyi dunia pers daerah. Ia bukan tipe wartawan yang lahir dari gemerlap ruang redaksi ibu kota.

Kariernya ditempa dari jalanan berlumpur desa, ruang rapat pemerintahan daerah, hingga lorong-lorong rumah warga yang menyimpan kisah kemiskinan, kesehatan, dan perjuangan hidup masyarakat kecil.

Perjalanan jurnalistik Dekri bermula dari ketertarikannya pada isu-isu sosial dan kemanusiaan. Di tengah maraknya pemberitaan politik dan konflik elite daerah, ia justru memilih mendekat kepada cerita-cerita yang kerap luput dari perhatian publik.

Salah satu karya yang kemudian banyak diperbincangkan ialah tulisan berjudul “Udin Sang Penderita Kusta”. Tulisan itu tidak hanya berkisah tentang seorang pasien kusta, tetapi juga memotret stigma sosial, keterasingan, dan perjuangan manusia bertahan di tengah keterbatasan.

Karya tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan jurnalistiknya. Tulisan itu mengantarkan Dekri meraih juara ketiga dalam lomba penulisan blog yang diselenggarakan oleh KBR bersama NLR Indonesia. Dalam sejumlah ulasan, tulisan itu dinilai memiliki pendekatan human interest yang kuat dan dekat dengan realitas masyarakat akar rumput.

Di ruang redaksi media lokal Sulawesi Tenggara, Dekri dikenal sebagai jurnalis yang banyak mengangkat isu pelayanan publik, kesehatan daerah, pendidikan, UMKM, hingga problem sosial masyarakat pedesaan. Sejumlah tulisannya tersebar di berbagai media regional dan platform digital yang fokus pada perkembangan Sulawesi Tenggara. Ia menulis bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan suara masyarakat yang sering kali tidak terdengar.

Perjalanan organisasinya dimulai ketika para wartawan di Kabupaten Kolaka Timur merasa perlu membangun wadah bersama bagi jurnalis daerah. Pada 2019, melalui musyawarah wartawan lokal, Dekri dipercaya memimpin Pokja Wartawan Koltim. Saat itu, ia kerap menyampaikan pentingnya menjaga independensi pers di tengah kedekatan wartawan dengan kekuasaan daerah.

Baginya, pers daerah tidak boleh sekadar menjadi pengeras suara pemerintah, melainkan harus tetap berdiri sebagai pengawas sosial dan penyampai kepentingan publik.

Karier organisasinya terus bergerak. Dalam Konferensi Kabupaten Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kolaka tahun 2023, namanya masuk sebagai salah satu kandidat ketua. Meski demikian, forum musyawarah akhirnya mempercayainya menduduki posisi Sekretaris PWI Kolaka periode 2023–2026. Posisi itu memperluas perannya dalam membangun jaringan dan penguatan organisasi pers di wilayah Kolaka Raya.

Momentum penting lain hadir pada April 2026. Setelah melalui rapat pleno PWI Sulawesi Tenggara, pembentukan resmi PWI Kabupaten Kolaka Timur akhirnya ditetapkan. Dalam proses itu, Dekri Adriadi dipercaya menjadi Ketua PWI Kolaka Timur periode 2026–2029. Penetapan tersebut menjadi catatan baru dalam perjalanan organisasi pers di daerah otonomi muda tersebut.

Bagi sebagian kalangan jurnalis lokal, perjalanan Dekri menggambarkan wajah lain dunia pers daerah: bekerja dalam keterbatasan, menghadapi tekanan sosial-politik lokal, namun tetap berupaya menjaga idealisme jurnalistik. Ia tumbuh dari bawah, dari daerah yang jauh dari pusat perhatian nasional, tetapi memilih tetap bertahan di tanah kelahirannya untuk membangun ekosistem media lokal.

Di tengah perubahan lanskap media digital yang semakin cepat, sosok Dekri Adriadi merepresentasikan generasi wartawan daerah yang tidak hanya mengejar kecepatan informasi, tetapi juga mencoba menjaga kedalaman cerita.

Ia hadir bukan semata sebagai penulis berita, melainkan sebagai pencatat denyut kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara—dari desa, pasar, rumah sakit, hingga ruang-ruang kecil tempat suara rakyat sering kali nyaris tak terdengar.

  • Penulis: A. Jamal