Bupati Muna Barat Prioritaskan Perbaikan Jalan Poros Pajala dan Renovasi Pelabuhan

waktu baca 2 menit
Bupati Mubar, La Ode Darwin Menyampaikan Prioritas Pengaspalan Jalan Abadi Jaya-Pajala di Hadapan Masyarakat Desa Pajala.

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan perbaikan Jalan Poros Abadi Jaya-Pajala sebagai prioritas utama pembangunan infrastruktur daerah pada 2026.

Ruas jalan yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Pajala itu dinilai strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muna Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Darwin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Khairun Sa’adah di Desa Pajala, Kecamatan Maginti, Rabu (13/5/2026).

“Saya pernah berjanji memperbaiki jalan ini pada 2025 dengan anggaran Rp18 miliar untuk ruas Abadi Jaya-Pajala. Namun, efisiensi anggaran pusat membuat dana tersebut ditarik kembali,” kata Darwin.

Ia menjelaskan, saat melakukan audiensi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah telah menyampaikan pentingnya pembangunan Jalan Poros Pajala. Namun, pemerintah pusat lebih memprioritaskan penyelesaian Jalan Bandara Diguali dengan alokasi anggaran sekitar Rp40 miliar agar pengerjaannya dapat tuntas.

Meski demikian, Pemkab Muna Barat kembali mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan dengan total nilai lebih dari Rp40 miliar pada tahun ini.

Adapun usulan prioritas pertama yakni Jalan Poros Abadi Jaya-Pajala dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp24 miliar. Sementara prioritas kedua adalah Jalan Poros Kasimpa-Barangka senilai Rp21 miliar.

“Dari tujuh ruas jalan yang diajukan, jika hanya satu yang disetujui maka prioritas utama adalah Abadi Jaya-Pajala. Jika dua, berikutnya Kasimpa-Barangka, kemudian Kampobalano-Lumbuh Jaya,” ujarnya.

Darwin optimistis anggaran pembangunan jalan tersebut dapat direalisasikan paling lambat pada Juli atau Agustus 2026.

Selain fokus pada pembangunan jalan, Pemerintah Kabupaten Muna Barat juga berencana merenovasi Pelabuhan Pajala menjadi pelabuhan bongkar muat kontainer.

Menurut Darwin, Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait penyusunan dokumen pendukung seperti master plan, TEW, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), hingga rencana perpanjangan jembatan pelabuhan.

Ia mengatakan, pengembangan pelabuhan akan berdampak pada pelebaran jalan menjadi dua lajur yang kemungkinan memerlukan relokasi rumah warga di sepanjang ruas jalan.

“Camat dan kepala desa harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jika ada yang tidak setuju, pemerintah akan menyiapkan relokasi ke Desa Tondasi atau Momuntu,” katanya.

Darwin meyakini keberadaan pelabuhan bongkar muat kontainer nantinya akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Pajala.

“Lapangan kerja akan terbuka, mulai dari buruh bongkar muat, rumah makan, hingga pelaku UMKM lainnya,” ucapnya.

Ia juga mengaku telah menyampaikan aspirasi pembangunan tersebut kepada Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, serta Kepala Balai Jalan.

“Insya Allah, tahun ini Jalan Poros Abadi Jaya-Pajala harus diaspal, sekalipun tanpa tambahan anggaran,” tandasnya.

  • Reporter : Farid