Banjir terjadi akibat meluapnya sungai di wilayah Dusun I Desa Totobo. Material lumpur masuk ke permukiman warga dan merendam rumah dengan ketinggian sekitar 30 hingga 50 sentimeter.
Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah mengalami kerusakan, terutama pada perabotan rumah tangga milik warga.
Selain itu, puluhan hektare area persawahan di Desa Totobo dilaporkan gagal panen setelah tertutup material lumpur.
Meski menimbulkan kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Dusun I Desa Totobo, H. Suardi, mengatakan banjir lumpur yang masuk hingga ke dalam rumah warga baru pertama kali terjadi di wilayah itu.
“Biasanya hanya air, tapi sekarang lumpur sampai masuk ke rumah warga. Kami khawatir ini dipicu oleh sedimentasi dari aktivitas tambang di hulu,” kata Suardi.
Warga menduga banjir diperparah sedimentasi yang berasal dari aktivitas perusahaan tambang di wilayah hulu desa.

Mereka menilai sistem pengelolaan air limpasan belum berjalan optimal sehingga material lumpur terbawa hingga ke kawasan permukiman.
Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Dinas Lingkungan Hidup setempat turun langsung meninjau lokasi serta melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan lingkungan, khususnya sistem drainase dan pengendalian air dari aktivitas tambang.
Sementara itu, Babinsa Desa Totobo Sertu Aras bersama Bhabinkamtibmas Desa Totobo Aipda Ronal turun langsung ke lokasi untuk membantu warga mengevakuasi barang-barang yang terdampak banjir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan warga tersebut.