Bahri: Saya Tidak Puas dengan Manajemen Logistik Obat di Mubar

waktu baca 2 menit
PJ Bupati Mubar, Bahri (Kiri) saat dijumpai wartawan di Puskesmas Tiworo Tengah, Ia mengaku tidak puas dengan manajemen logistik obat yang di Mubar (Dedi/Triaspolitika.id)

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Dua hari terakhir ini PJ Bupati Muna Barat (Mubar), Bahri, geram dengan adanya temuan ribuan obat kedaluarsa saat mengelar Inspeksi Mendadak (sidak) di beberapa Puskesmas.

Atas beberapa temuan tersebut, Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri itu, mengaku tidak puas dengan manajemen logistik obat yang ada di Mubar.

Olehnya itu, Bahri yang ditemuai wartawan Triaspolitika.id saat melaksanakan sidak di Puskesmas Tiworo Tengah pada Rabu (13/7/2022) pagi menegaskan, akan memerintahkan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk mereview, terutama terkait manajemen logistik obat yang ada di Mubar.

“Saya akan minta review oleh APIP terkait proses pengadaannya. Apakah pengadaannya sudah sesuai dengan kebutuhan obat yang diminta oleh setiap fasilitas kesehatan (puskesmas) atau tidak. Sebab, jangan sampai ada permainan spesifikasi yang tidak sesuai,” tegas Bahri.

Bahri menduga jangan sampai pengadaan obat selama ini tidak sesuai dengan jumlah.

“Gampag nih, kalau tidak sesuai dengan jumlah, misalnya dia buatlah berita acara seakan-akan ada permintaan dari Puskesmas atau buat berita acara seakan-akan diterima sekian. Makanya saya minta APIP nih cermati betul, lakukan proses review terhadap tahapan dan rencana kebutuhan obat,” katanya.

Bahri heran dengan proses distribusi obat ke Puskesmas-puskesmas yang sudah menjelang masa kedaluarsa.

“Kok bisa merencanakan obat yang sudah dekat kedaluarsa, tiga bulan berada di Puskesmas sudah kedaluarsa. Ini ada hal apa, ini harus betul-betul dicermati, saya pengen manajemen logistik obat di Mubar harus tuntas. Karena ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Bahri.

Bahri mengaku manajemen di Dinas Kesehatan perlu dudukkan, untuk menuntaskan bersama. bersama).

“Maka manajemen di Dinas Kesehatan ini perlu kita dudukkan. Saya akan panggil Kepala Bidang dan Kepala Seksinya yang menangani Farmasi, termasuk Bendahara penerimanya,” tandasnya.

Diketahui, Bahri kembali melakukan Sidak pada tiga Puskesmas di Wilayah Tiworo Raya, yakni Puskesmas Tiworo Selatan, Puskesmas Tiworo Tengah dan Puskesmas Tikep pada Rabu (13/7/2022).

Reporter: Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *