7 April 2026: Dekri Adriadi dan Tonggak Sejarah Baru PWI di Kolaka Timur

waktu baca 4 menit
Dekri Adriadi

Tanggal 7 April 2026 menjadi momentum bersejarah bagi dunia pers di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara. Pada hari itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kolaka Timur resmi terbentuk melalui rapat pleno yang digelar di Sekretariat PWI Sultra di Kendari. Pembentukan tersebut sekaligus menandai lahirnya wadah profesi wartawan pertama dan resmi di Bumi Sorume.

Keputusan itu bukan sekadar formalitas organisasi. Di balik terbentuknya PWI Koltim, terdapat proses panjang, persyaratan ketat, hingga pertimbangan kompetensi kewartawanan yang menjadi standar utama organisasi profesi tertua dan paling berpengaruh di Indonesia tersebut.

Sebagai organisasi wartawan yang lahir pada 9 Februari 1946 di Surakarta, PWI memiliki posisi strategis dalam sejarah pers nasional. Organisasi ini tercatat sebagai konstituen pertama Dewan Pers dan menjadi mitra penting pemerintah dalam menjaga kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta penguatan demokrasi di Indonesia.

Karena itu, pembentukan PWI Koltim dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat kualitas ekosistem pers di daerah, khususnya di wilayah pemekaran Kabupaten Kolaka Timur.

Berdasarkan hasil rapat pleno PWI Sultra yang dipimpin Ketua PWI Sulawesi Tenggara Sarjono, ditetapkan kepengurusan PWI Koltim periode 2026-2029 dengan susunan Dekri Adriadi sebagai Ketua, Marsidin sebagai Sekretaris, dan Hasrianti sebagai Bendahara.

Dalam pleno tersebut, Sarjono menegaskan bahwa pembentukan PWI Koltim merupakan bagian dari penguatan organisasi profesi wartawan di tingkat daerah agar kerja-kerja jurnalistik semakin profesional, beretika, dan bertanggung jawab.

  • Sosok Dekri Adriadi dan Jejak Organisasi Pers

Nama Dekri Adriadi bukan sosok baru di kalangan jurnalis Sulawesi Tenggara. Ia dikenal sebagai wartawan televisi nasional, Direktur Utama Triaspolitika, serta pernah menjabat Sekretaris PWI Kabupaten Kolaka periode 2023-2026.

Sebelum dipercaya memimpin PWI Koltim, Dekri juga tercatat aktif membangun kultur organisasi wartawan di daerah. Pada 2019, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pokja Wartawan Koltim, sebuah wadah awal konsolidasi jurnalis di wilayah tersebut. Dalam organisasi itu, ia mendorong wartawan bekerja secara independen dan profesional.

Dekri merupakan putra asli Kolaka Timur yang lahir di Kecamatan Mowewe, salah satu wilayah yang dikenal melahirkan sejumlah tokoh penting di daerah tersebut. Kedekatannya dengan kultur lokal dan dunia jurnalistik membuatnya dinilai memahami tantangan pers daerah sekaligus kebutuhan peningkatan kapasitas wartawan.

Di internal PWI, Dekri dikenal telah mencapai jenjang Wartawan Madya dan memiliki pengalaman panjang sebagai anggota biasa PWI. Pengalaman organisasi dan kompetensi itulah yang menjadi salah satu dasar penetapannya sebagai Ketua PWI Koltim.

  • Fokus pada Profesionalisme dan UKW

Usai terbentuknya PWI Koltim, Dekri langsung bergerak cepat memperkuat kualitas sumber daya manusia organisasi. Salah satu langkah awal yang dilakukan ialah mendorong anggota mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI bekerja sama dengan Diskominfo Konawe.

Bagi Dekri, UKW bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan wartawan memiliki legitimasi kompetensi sesuai standar Dewan Pers.

Ia bahkan secara intensif memberikan pembinaan kepada anggota, mulai dari teknik penulisan berita, penggunaan bahasa jurnalistik yang benar, hingga pemahaman kode etik jurnalistik.

Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Sejumlah anggota PWI Koltim berhasil dinyatakan kompeten dalam UKW ke-851 PWI dan memperoleh pengakuan resmi dari Dewan Pers.

Langkah itu memperlihatkan arah kepemimpinan Dekri yang tidak hanya fokus membangun organisasi secara struktural, tetapi juga meningkatkan kualitas profesi wartawan di daerah.

  • Memperluas Peran Strategis Pers Daerah

Kehadiran PWI Koltim dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas peran organisasi pers di Sulawesi Tenggara. Di tengah perkembangan media digital dan derasnya arus informasi, organisasi profesi dinilai memiliki tanggung jawab besar menjaga kualitas jurnalistik dan integritas wartawan.

Sebagai bagian dari keluarga besar PWI, pengurus PWI Koltim diharapkan mampu menghadirkan kerja jurnalistik yang edukatif, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.

Pembentukan PWI Koltim juga mempertegas semangat pemerataan organisasi pers hingga tingkat kabupaten, sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.

Kini, 7 April tidak sekadar menjadi tanggal administratif pembentukan organisasi. Bagi insan pers di Kolaka Timur, tanggal itu menjadi simbol lahirnya babak baru perjalanan jurnalistik daerah—ketika profesionalisme, kompetensi, dan etika pers mulai dibangun secara lebih terstruktur di Bumi Sorume.

  • Penulis: Darson
  • Editor: Azril