Wawali Baubau Inginkan Balitbangda Mampu Menjadi Otak Bagi Kepala Daerah

waktu baca 2 menit
Wakil Walikota Baubau, La Ode Ahmad Monianse

BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Wakil Wali Kota (Wawali) Baubau La Ode Ahmad Monianse menginginkan, agar Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) harus mampu menjadi otak (think tank) bagi Kepala Daerah. Hal disampaikan melalui sambutannya, saat menghadiri dan membuka dengan resmi, Kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Hasil-hasil Kelitbangan Tahun Anggaran 2021 di Hotel Galaxi INN Baubau, Selasa (28/12/2021).

La Ode Ahmad Monianse menuturkan, sebagai lembaga yang bertugas untuk membantu Kepala Daerah dalam pelaksanaan penyusunan kebijakan dibidang penelitian dan pengembangan, peran Balitbang hendaknya mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah, mendorong daya saing dan terciptanya inovasi daerah.

“Sebagai institusi yang diamanahkan untuk menjalankan fungsi itu, melalui penyelenggaraan kegiatan riset dan pengembangannya yang fokus terhadap isu aktual yang sedang berkembang di daerah ini. Untuk selanjutnya melewati tahap pengumpulan data dan analisis, serta menerjemahkan dalam bentuk rekomendasi untuk mendukung kebijakan dan visi-misi kepemimpinan Kota Baubau,” ujarnya.

Wawali Baubau ini juga menekankan, agar Balitbangda dapat mengevaluasi dokumen mana yang dapat membantu Kepala Daerah dalam mengambil keputusan. Selai itu pihaknya juga menekankan, agar sebagai otak (think tank) bagi Kepala daerah, di Tahun 2022 Balitbangda benar-benar harus mampu menunjukkan kualitasnya dengan tidak sekedar mengajukan judul kemudian dicarikan anggarannya.

“Sehingga saya berharap Balitbangda Kota Baubau ini punya independensi dalam pengambilan sikap. Kalau selama ini kita selalu mengatakan Inspektorat itu mata dan telinga bagi Kepala daerah, mestinya Balitbangda juga mempunyai jargon, bahwa Balitbangda adalah otak (think tank) bagi Kepala Daerah. Ya kalau otak harus memiliki gizi yang bagus supaya cara berpikirnya bagus, sehingga tidak hanya mengajukan judul kemudian dicalikan anggarannya,” tandasnya.

Ditambahkan, sebagai otak (think tank) bagi Kepala Daerah, Balitbangda seharusnya memiliki Sumber Daya Manusia yang mumpuni. Untuk itu pihaknya menekankan, agar dalam membuat perencanaan ketenagaan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) harus mampu melihat kualitas dan menempatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.

“Mestinya BKPSDM di dalam membuat perencanaan ketenagaan di kota kita ini sudah harus dipikirkan dengan matang. Dengan begitu maka, tidak akan ada seorang ASN yang ditempatkan pada bagian yang bukan keahlian dan kemampuannya bukan asal menempatkan begitu saja, sehingga kita tidak kekurangan peneliti seperti saat ini. Padahal kita ingin menjadikan litbang ini sebagai otak (think tank) bagi Kepala Daerah,” pungkasnya. (Adm)

error: Content is protected !!