Warga Mengeluh Air Kadang Seret, PDAM Muna Gratiskan Tagihan

waktu baca 2 menit
Nurhayat Fariki Direktur PDAM Muna menemui masyarakat Kecamatan Lohia di depan Kantor PDAM

MUNA, TP – Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar demonstrasi di Kantor PDAM Muna, Rabu, (09/06/2021). Demonstran meminta dirut PDAM Muna dicopot dari jabatannya. Pasalnya, sudah sebulan air PDAM kadang seret atau tidak lancar, sehingga menyebabkan masyarakat kesulitan menikmati air bersih.

Masyarakat mengatakan, sudah cukup lama air bersih dari PDAM kurang lancar. Bahkan, sebulan kadang air tidak mengalir.

“Kami meminta PDAM untuk segera mengatasi kemacetan air. Sebab masyarakat sudah krisis air bersih,” ujar Faisal saat menggelar demonstrasi, Rabu, (09/06/2021).

Faisal beserta pengunjuk rasa lainnya meminta pihak PDAM Muna untuk segera melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan.

PDAM juga diminta untuk menyiapkan mesin cadangan guna mengantisipasi jika ada kerusakan mesin.

Menyikapi hal tersebut, Direktur PDAM Muna, Nurhayat Fariki mengatakan tidak lancarnya air PDAM disebabkan terjadi kerusakan mesin pompa air.

Namun kata Fariki, masyarakat tidak perlu khawatir sebab saat ini mesin pompa air yang dipesan dari Jawa seberat 200 kilogram, sudah tiba di Motonumo. Pengerjaan mesin pompa air paling lambat memakan waktu dua hari.

Mesin yang berasal dari Jawa itu, kata Dirut PDAM, memakan waktu 14 hari hingga tiba di Kabupaten Muna.

“Mesin yang kami pesan di Jawa, memakan waktu 14 hari. Sedangkan air tidak mengalir belum mencapai satu bulan. Air tidak mengalir sejak kerusakan mesin yang terjadi pada 17 Mei 2021,” jelas Dirut PDAM Muna.

Dirut PDAM Muna menambahkn, untuk tagihan rekening di bulan Mei di gratiskan.

“Kita gratiskan bulan Mei, pembayaran nanti di bulan Juli dengan pelanggan sekira 1.000 lebih. Kemudian tidak terdistribusi air sebenarnya tidak hanya masyarakat dirugikan tetapi PDAM secara ekonomi rugi,” katanya.

Reporter: Besar Sulawesi