Wabup Konawe Tekankan Pelaporan Stunting Tepat Waktu

waktu baca 2 menit
Giat Pelaporan Aksi Semester I percepatan penurunan stunting di Konawe

TRIASPOLITIKA.ID : KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe terus memperkuat komitmen dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Pelaporan Aksi Konvergensi Semester I Tahun 2025 yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, di Aula BKPSDM, Senin (21/7).

Rapat tersebut dihadiri para camat, kepala puskesmas, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta tim percepatan penurunan stunting. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya keakuratan dan ketepatan waktu dalam pelaporan data stunting sebagai dasar perumusan kebijakan.

“Data yang tidak lengkap atau terlambat akan menyulitkan dalam membaca permasalahan secara menyeluruh di tingkat nasional. Ini bisa berdampak pada tidak maksimalnya dukungan lintas sektor dari pusat,” ujar Syamsul dengan tegas.

Berdasarkan laporan terkini, dari 27 kecamatan di Konawe, baru sekitar 70% wilayah yang menyampaikan laporan semester pertama. Beberapa kecamatan dan puskesmas bahkan belum menyampaikan data sama sekali.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Syamsul meminta seluruh pihak untuk segera menuntaskan pelaporan pada hari yang sama demi memastikan data Konawe dapat termuat secara utuh dalam sistem nasional.

“Jika pelaporan dilakukan serentak dan lengkap, maka intervensi dari pemerintah pusat bisa dirancang dengan lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Womgeduku Barat yang telah menyelesaikan pelaporan 100%. Wilayah ini dinilai sebagai contoh baik dalam hal komitmen dan kinerja tim di lapangan.

Di sisi lain, ia mengakui masih adanya kendala yang dihadapi petugas di lapangan, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan operasional. Untuk itu, Syamsul mendorong penguatan dukungan anggaran guna menunjang efektivitas pelaksanaan tugas-tugas pelaporan serta pengawasan stunting.

“Tanpa dukungan biaya operasional yang cukup, sulit bagi petugas di lapangan untuk bergerak maksimal. Pemerintah harus hadir dengan solusi konkret,” ucapnya.

Mengakhiri arahannya, Syamsul berharap hasil pelaporan semester I ini dapat dijadikan pijakan dalam merancang intervensi menyeluruh yang melibatkan semua pemangku kepentingan, demi menciptakan generasi Konawe yang sehat, tumbuh optimal, dan siap bersaing di masa depan.