VWAP di Atas Harga, Sinyal Bearish Intraday Menguat

waktu baca 2 menit
VWAP di Atas Harga, Sinyal Bearish Intraday Menguat

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Dalam analisis teknikal, Volume Weighted Average Price (VWAP) merupakan indikator penting yang mencerminkan rata-rata harga transaksi harian berdasarkan volume. Indikator ini kerap digunakan trader untuk menilai apakah harga berada di atas atau di bawah nilai wajarnya pada sesi perdagangan berjalan.

Ketika VWAP berada di atas harga saat ini (VWAP > harga), kondisi tersebut umumnya mengindikasikan tekanan jual yang lebih dominan.

Harga yang bergerak di bawah VWAP menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar yang melakukan pembelian pada level lebih tinggi tengah berada dalam kondisi rugi tidak terealisasi (unrealized loss), sehingga berpotensi menciptakan tambahan tekanan jual.

Selain itu, pergerakan harga yang gagal menembus VWAP mengindikasikan lemahnya kemampuan pasar untuk mencapai nilai wajar harian.

Dalam banyak strategi intraday, VWAP diperlakukan sebagai benchmark atau fair value harian. Selama harga berada di bawah indikator ini, bias pasar cenderung melemah.

Dari sisi momentum, buyer juga dianggap belum menguasai pasar apabila harga belum mampu menembus dan bertahan di atas VWAP. Kenaikan harga yang berulang kali tertahan di area VWAP sering dimanfaatkan trader sebagai peluang sell on strength.

Untuk strategi entry, sinyal beli yang lebih aman biasanya muncul setelah harga berhasil menembus VWAP dan menguji ulang level tersebut sebagai support. Memaksakan entry buy ketika harga masih bergerak di bawah VWAP berarti masuk pada fase contra momentum, yang umumnya memiliki risiko lebih tinggi.

Bagi pelaku scalping atau intraday trading, VWAP juga kerap berfungsi sebagai dynamic resistance saat berada di atas harga.

Secara keseluruhan, kondisi ketika VWAP berada di atas harga mengindikasikan bias intraday yang cenderung bearish, di mana harga bergerak di bawah nilai wajar hari itu. Trader disarankan memperhatikan interaksi harga terhadap VWAP sebagai bagian dari manajemen risiko maupun pemetaan momentum pasar.

  • Editor: Dekri
  • Sumber: Anis Pamma